PONOROGO (BangsaOnline) - Dukungan terhadap Jokowi oleh para relawanya di Ponorogo, ternyata tidak berhenti begitu saja hanya untuk mengawal kemenangan pilpres, terbukti Kamis (19/8) sekitar pukul 08.00 WIB pagi Ketua DPC Projo Kabupaten Ponorogo bersama anggotanya menemui kepala dinas pertanian menuntut kejelasan pembagian traktor di Ponorogo.
Tuntutan tersebut diketahui lantaran setelah disampaikannya langsung oleh Presiden Joko Widodo, mengenai akan dibagikanya beberapa alat pertanian dan Traktor kepada petani Ponorogo ketika Jokowi berkunjung beberapa waktu lalu di Ponorogo pada saat pesta awal panen di tahun ini. Namun pada kenyataanya beberapa alat yang dipajang tidak langsung diberikan kepada para petani. Tak ayal beberapa saat kemudian merebak simpang siur bagaimana proses akan dibagikanya bantuan alat-alat pertanian tersebut, sehingga timbul keresahkan para petani yang sudah menaruh harapan banyak untuk segera mendapatkan bantuan traktor tersebut.
BACA JUGA:
- Dukung Percepatan Swasembada Pangan, PT GCS Support Terciptanya Smart Farming Minilab
- Petrokimia Gresik Dukung Hilirisasi Sulfur, Punya Banyak Manfaat di Sektor Pertanian
- Luncurkan Program GEMA, Pj Gubernur Jatim Dorong Inovasi Pengembangan Tembakau, Kopi, dan Kakao
- Petrokimia Gresik di Usia 52 Tahun, Dorong Kemajuan Pertanian dan Industri Kimia Berkelanjutan
“Namun Kenapa usai kunjungan, traktor diangkut dengan truk lagi. Petani kecewa karena mengira alat pertanian tersebut bisa langsung dimiliki,” tanya Ketua aktivis Projo Ponorogo Edi supriyono SH, ketika ditemui Kepla dinas Pertanian Ponorogo Harmanto di ruang kerjanya.
Sementara itu , Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo Harmanto, sebagaimana keterangan sebelumnya kepada beberapa media mengatakan, bahwa Traktor dan beberapa alat pertanian tersebut memang tidak langsung diberikan ke masyarakat. Pembagian traktor ke kelompok petani masih menunggu mekanisme yang berlaku sesuai aturan yang ada, karena Dinas Pertanian Ponorogo belum mendapat Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari Kementerian Pertanian.
"Itu (penyerahan) hanya simbolis, display saja. Bukan tidak dibagikan, tapi belum, masih menunggu DIPA, perkiraan minggu kedua bulan April," kata Harmanto menegaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




