Edi mengungkapkan, mereka menyebarkan pengaruhnya melalui sektor ekonomi, politik, hingga media sosial.
"Untuk mengantisipasi hal itu, makanya kita harus betul-betul membentengi dengan penguatan kebangsaan," ujarnya.
Menurut Kasi Pasiter Kodim 0824 Kapten Inf. Abdul Mutholib, pihaknya menggelar acara tersebut karena kelompok-kelompok radikal sudah mulai masuk dan memulai aksinya untuk menghancurkan NKRI.
"Mereka memanfaatkan nama agama, terutama agama Islam. Karena di negara Indonesia ini, agama tersebut (Islam) pemeluknya paling banyak," terangnya.










