Beri Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, Bakesbangpol Jember: Ada yang Sudah Haramkan Hormat Bendera

Beri Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, Bakesbangpol Jember: Ada yang Sudah Haramkan Hormat Bendera Kepala Bakesbangpol Jember Edi Budi Susilo saat memberikan materi.

"Mereka memanfaatkan nama agama, terutama agama Islam. Karena di negara Indonesia ini, agama tersebut (Islam) pemeluknya paling banyak," terangnya.

Menurutnya, tantangan gerakan radikal yang dihadapi bangsa saat ini bukan hanya lewat agama, tetapi gerakan kelompok ini dalam menjalankan aksinya juga masuk di semua sektor mulai dari politik, ekonomi, sosial, bahkan budaya.

"Biasanya, mulanya masuk dan mengadopsi agama. Setelah itu, mereka mengalihkan tujuannya. Awal memang masuk baik. Namun, sebenarnya ada misi tertentu yang mereka bawa," terang Kapten Mutholib

Ia menjelaskan, gerakan yang dilakukan mereka ada dua, yakni radikalisme kanan dan kiri. Semua itu memiliki tujuan politik yang disisipkan melalui semua agama.

"Kalau radikalisme kanan, gerakannya atas nama agama, sementara radikalisme kiri, mereka ingin merubah idiologi negara, seperti komunisme dulu, yang ingin merubah ideologi Pancasila," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Anggota BK DPRD Jember Sunardi menuturkan menekankan perlunya pemahaman sejarah kebangsaan untuk mengantisipasi radikalisme.

"Sehingga bisa meningkatkan jiwa patriotisme dan mengorelasikan kondisi bangsa serta menerapkan empat pilar kebangsaan," tutupnya. (yud/eko/ian)