Anggota DPRD Jatim, Hidayat (pakai peci), ketika menerima curhatan petani di Temu Giring, Desa Batan Krajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Foto: YUDI EKO PURNOMO/BANGSAONLINE
"Jadi berikutnya InsyaAllah persoalan pupuk sudah lancar," ucap Hidayat
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Sujatmiko, mengungkapkan sejumlah alasan mengenai penyebab kelangkaan pupuk di wilayahnya. Anggota Komisi II DPRD setempat itu juga hadir dalam agenda tersebut
"Hampir semua daerah di Mojokerto persoalannya sama, pupuk langka. Sementara pupuk nonsubsidi sangat mahal. Persoalan sama, anggaran kita kena refocusing," urai Sujatmiko.
Politikus dari Fraksi Gerindra itu mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar sidak ke gudang pupuk ke Petrokimia. Menurut Sujatmiko, akibat dari kelangkaan pupuk hasil produksi petani menurun tajam, dan ini bertentangan dengan harapan bupati yang ingin menjadikan Kabupaten Mojokerto sebagai lumbung pangan.
"Stok pupuk bersubsidi di Petro ternyata banyak sekali, dan yang jadi kendala adalah persoalan krusial, pemerintah tidak beli. Dalam pembahasan APBD minggu depan akan kami sampaikan persoalan ini," kata Sujatmiko. (yep/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




