SIDOARJO (BangsaOnline) - Pendampingan kepada petani dilakukan oleh Kodim 0816 Sidoarjo dalam mewujudkan swasembada pangan. Hasilnya, dapat dirasakan dalam panen raya pertama kali di Desa Wonoplintahan Kecamatan Prambon, Jum'at (27/03).
Dalam panen raya yang dihadiri Danrem 084 Bhaskara Jaya Kol. Inf. Mochammad Nur Rahmad bersama Forpimda Sidoarjo mulai dari Bupati H. Saiful Ilah SH,M.Hum, Wabup H. MG Hadi Sutjipto SH,MM, Kapolres Sidoarjo AKBP. Anggoro Sukartono, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Arh. Bambang Utomo, SIP juga ikut memanen bersama Babinsa dan petani yang lainnya.
Baca Juga: Petrokimia Gresik di Usia 52 Tahun, Dorong Kemajuan Pertanian dan Industri Kimia Berkelanjutan
Bupati H. Saiful Ilah mengatakan pihaknya berterima kasih atas keterlibatan TNI dalam program swasembada pangan di Kabupaten Sidoarjo.
"Kerja keras dan kerja cerdas serta bimbingan kepada petani Sidoarjo akan mampu mewujudkan swasembada pangan yang dilakukan bersama Pemkab Sidoarjo," ujarnya.
Abah Ipul-sapaan akrab Saiful Ilah- mengungkapkan, bahwa, keterlibatan TNI diharapkan dapat memotivasi petani. Menurutnya, sikap disiplin (TNI) serta pantang menyerah diharapkan akan tertular kepada petani. "Sehingga upaya peningkatan produksi pertanian dapat mencapai hasil yang maksimal," ujarnya.
Baca Juga: Dukung Peningkatan Produksi Padi, Babinsa Lakukan Pendampingan dalam Percepatan Pompanisasi
Sementara, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Arh. Bambang Utomo mengatakan sasaran dalam memujudkan swasembada pangan Nasional dilakukan pada 22.453 hektar luas lahan persawahan yang ada di Sidoarjo.
"Dan saat ini yang sudah tercapai seluas 16.192 hektar atau 98,80% dari target yang ditetapkan," ujarnya.
Dandim menilai upaya pendampingan dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) telah berhasil. Hal itu dapat dilihat dari hasil panen perdana yang dihasilan. "Dengan sistem tanam jajar legowo, hasil panen padi dapat meningkat," terangnya.
Baca Juga: Jelang Musim Tanam, Dirut Petrokimia Gresik Blusukan ke Distributor dan Kios Pupuk
Dandim mengungkapkan, dari 1 hektar persawahan yang dipanen itu, mendapatkan gabah kering panen seberat 9,95 ton. "Jika dilihat dari target yang ditetapkan yakni 8 ton/hektar. Ini melebihi target," ungkapnya.
Selain melakukan penen raya perdana ditempat itu, kelompok tani juga mendapatkan bantuan diantaranya pompa air sebanyak 9 unit serta hand traktor sebanyak 20 unit yang secara simbolis diserahkan oleh Bupati serta Danrem 084 Bhaskara juga ikut menyerahkan kepada kelompok tani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News