SIDOARJO (BangsaOnline) - Terminal Purabaya di Kecamatan Waru, rawan sebagai tempat transit kelompok teroris dan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS). Untuk itu, terminal Purabaya menjadi salah satu kawasan di Sidoarjo yang dipantau oleh intelejen daerah. Demikian dikatakan oleh Kepala Kesbangpol Sidoarjo Yusuf Isnayanto kepada wartawan, akhir pekan kemarin (29/3).
Beberapa waktu lalu intelejen daerah mengendus adanya angota teroris yang terdeteksi sempat kos di salah satu rumah warga dekat terminal terbesar di Jatim itu. Sayangnya, ketika didatangi ternyata sudah lebih dulu hengkang.
BACA JUGA:
- Napiter WBP Lapas Surabaya Ucapkan Janji Setia kepada NKRI
- Komandan Al Qaida Tewas dalam Baku Tembak melawan Militer AS
- Iran akan Serang AS, Jenderal Iran Qassem Suleimani Dibunuh dengan Drone atas Perintah Trump
- Sore Tadi, Teroris ISIS asal Somalia Ledakkan Mobil, Lalu Tusuk Wajah Warga Melbourne sampai Mati
“Selain Terminal Purabaya, kawasan lain yang dipantau yakni perbatasan Sidoarjo. Seperti di Kecamatan Tarik, Porong dan Waru. Tiga kawasan ini juga rentan dijadikan persembunyian teroris dan ISIS karena mudah untuk pindah ke daerah lain,” ujarnya.
Sejak maraknya jaringan ISIS di Indonesia akhir-akhir ini, Kesbangpol dan Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) sudah berkoordinasi dengan Camat dimana penghuni baru harus didata dan dimintai identitas.
Dalam hal ini, perangkat desa sampai RT harus lebih ketat terhadap pendatang baru. Tujuannya, mengantisipasi adanya kelompok ISIS dan teroris.
“Khusus untuk kawasan Terminal Purabaya mendapat pengawasan lebih. Kominda sudah menyebar intelejen di kawasan ini untuk memantau kondisi pemukiman di sekitar terminal,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, Muspida sudah membentuk Komunitas Intel Daerah (Kominda) untuk menangkal teroris dan ISIS. Kominda beranggotakan dari Kejaksaan, Kepolisian, TNI, BIN dan Pemkab Sidoarjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




