Warga Penerima BPNT di Desa Dimong Madiun Keluhkan Kualitas Beras yang Tak Layak Konsumsi

Warga Penerima BPNT di Desa Dimong Madiun Keluhkan Kualitas Beras yang Tak Layak Konsumsi Tempat penggilingan padi yang diambil berasnya oleh pemilik e-warung, Supriani.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Salah satu penerima Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Dimong, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, mengeluhkan kualitas jatah beras bantuan yang diterimanya tidak layak konsumsi.

"Deloken iki lho mas berase. Wes rupane coklat, nek dimasak segone kuning, ambune apek (lihat, ini berasnya mas. Sudah warnanya cokelat, kalau dimasak nasinya jadi kuning, dan baunya apek)," ujarnya melalui kiriman video yang diterima BANGSAONLINE.com, Selasa (4/1).

"Iki wong tuwoku mas sing oleh teko bantuan. Jupuke neng toko e-warong ngarep kantor desa. La ngerti berase koyok ngene ya wes tak poleske barang. (Ini orang tua saya mas yang dapat dari bantuan. Ambilnya di toko e-warong depan kantor desa. Tahu berasnya seperti ini, ya saya poleskan juga)," paparnya menambahkan.

Karena kualitas beras yang diterima buruk, pihaknya terpaksa mengeluarkan biaya lagi untuk memoles beras tersebut. Menurut pria yang meminta namanya dirahasiakan tersebut, biaya memoles 1 sak beras dengan berat 15 kg sebesar Rp15 ribu. 

Sementara pemilik e-Warong, Supriani, mengakui beras yang diberikan kepada warga penerima program BPNT kali ini memang kurang layak dan tidak seperti biasanya. 

Simak berita selengkapnya ...