
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Sikap arogan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Hasbullah yang memberikan ancaman mati kepada wartawan dan aktivis LSM menuai banyak kecaman. Sebagai pejabat Pemkab Pasuruan, apa yang diucapkan Hasbullah dinilai tidak etis.
Kritik itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Pasuruan, Muhammad Zaeni. Ia menilai sikap dan kalimat yang disampaikan oleh Hasbullah di video yang beredar luas di medsos, tidak mencerminkan seorang pendidik.
"Saya minta bupati segera copot aja pejabat Pak Hasbullah yang arogan," tegasnya.
Menurut Zaeni, eksistensi insan pers dan LSM bukanlah momok yang terkesan kerap mengganggu dunia pendidikan. Justru mereka adalah mitra Pemkab Pasuruan dalam menyosialisasikan semua kebijakan untuk masyarakat.
"Kritikan dan saran yang disampaikan (pers) hendaknya dijadikan bahan evaluasi untuk berbenah lebih baik lagi," kata Politikus PKS tersebut.
Diketahui, Hasbullah memberikan ancaman kepada wartawan dan aktivis LSM agar tak mengganggu kepemimpinannya di Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Aksi koboi itu dilakukan saat ia memberikan pidato usai dilantik sebagai kepala disdik.
"Atek (sampai) ganggu kepemimpinanku, ganggu sekolahan, ati-ati awakmu, mati awakmu (kamu)," ujar Hasbullah dengan menunjuk seseorang yang diduga aktivis LSM saat dirinya pertama kali ngantor di dinas pendidikan, Senin (17/1) lalu.
Setelah video berdurasi 30 detik tersebut beredar di media sosial dan menuai kecaman, Hasbullah akhirnya memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka di hadapan para wartawan, Rabu (19/1) kemarin.
Ia berdalih, apa yang diucapkan hanya terpeleset kata-kata. Menurutnya, apa yang ia sampaikan hanya untuk memotivasi para kepala sekolah dan guru.
"Soal kalimat itu menyinggung perasaan penjenengan semua, saya mohon maaf. Saya sudah klarifikasi ke pimpinan saya. Sekali lagi saya mohon maaf, hanya kepleset satu kata, itu saja," ujarnya.
"Saya yakini yang ganggu dan ngancam bukan LSM dan wartawan, karena kalau wartawan dan LSM saya yakin mereka melakukan fungsi kontrol untuk kebaikan pendidikan," tambahnya.
Hasbullah juga berjanji akan memperbaiki komunikasinya dengan insan pers dan LSM. "Bila ada ucapan yang kurang berkenan dari video ini, kami atas nama pribadi mohon maaf nggih," timpalnya. (bib/par/rev)