Mayjen TNI (Purn) H. Setia Purwaka, SH bersama tokoh nasional, Dr. Rizal Ramli. foto: istimewa
Dengan cara yang ditunjukkan RR secara langsung, yaitu melalui langkah-langkah seperti meningkatkan efisiensi, meningkatkan produksi. Kemudian memangkas biaya logistik yang berlebihan dan yang tidak perlu, serta mendorong direksi untuk bekerja secara cerdas.
"Akhirnya target bisa tercapai, dan kemudian menghasilkan keuntungan pertama dan terbesar dalam sejarah beroperasinya PT Semen Indonesia," kata Kepala Rumah Tangga Istana Kepresidenan era Presiden SBY itu.
Setia Purwaka juga menyebut Rizal Ramli memberikan sumbangsih pemikiran saat negeri ini diambang chaos pada tahun 1998. Menjelang kejatuhan Soeharto, Rizal Ramli berperan memberikan masukan kepada Mabes ABRI (TNI), dalam kapasitasnya sebagai ekonom senior yang menjadi penasehat ABRI untuk bidang ekonomi.
Saat itu, Setia dalam kapasitas sebagai Aspri mendampingi Kassospol ABRI yang dijabat oleh Letjen TNI AD Susilo Bambang Yudhoyono. Ia bersama jajaran ABRI melakukan pertemuan dengan Rizal Ramli di Apartemen Park Royale, seberang Hilton, kawasan Semanggi, Senayan, Jakarta Pusat.
Pertemuan itu membahas situasi sosial, politik, dan ekonomi pertengahan Maret 1998. Kala itu, dalam kaitannya dengan desakan mahasiswa dan masyarakat yang menginginkan Soeharto mundur dari kekuasaannya.
"Dalam pertemuan itu Rizal Ramli memberikan pandangan-pandangan yang faktual, cermat, dan komprehensif, yang intinya secara lugas ia mengatakan Presiden Soeharto harus mundur dari jabatan," tandasnya. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




