Suasana ketika silaturahim dan pembinaan penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban terus memutar otak untuk menekan tingginya angka perceraian di Bumi Wali. Pasalnya, angka perceraian di Kabupaten Tuban menduduki peringkat tertinggi ketiga se-Jawa Timur (Jatim).
Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban, Mashari, mengatakan bahwa mulai tahun 2020 angka perceraian di wilayahnya sangat tinggi, yakni sebanyak 993 pasang. Pada tahun berikutnya, jumlah tersebut meningkat 100 persen lebih pasangan yang mengajukan talak dan cerai.
BACA JUGA:
- Pranata Humas Kemenag Tuban Dinobatkan Sebagai ASN Inspiratif, Cetak Rekor 592 Berita Dalam Setahun
- Perkuat Operasional Layanan, 16 KUA di Tuban Terima Bantuan Laptop dan Printer
- Kemenag Tuban Pastikan Layanan Nikah Tetap Optimal Meski Ada WFA
- Nihil Poligami, Sepanjang 2025 KUA Tuban Catat 8.081 Peristiwa Nikah
"Tahun lalu kasus perceraian sebanyak 2.018 pasangan, jumlah ini membuat Tuban menduduki ranking ketiga kasus perceraian tertinggi di Jawa Timur," ujarnya, Jumat (11/2).
Untuk itu, Mashari mengingatkan pentingnya bimbingan perkawinan pra-nikah bagi setiap calon pengantin. Menurut dia, calon pengantin minimal memahami 3 materi perkawinan, yakni materi fiqih munakahat, ketahanan keluarga, dan kesehatan reproduksi, dengan menggandeng puskesmas, BKKBN, serta dinas kesehatan.
"Materi dasar ini harus dipahami bagi calon pengantin. Sebab, dalam membina rumah tangga selalu menghadapi permasalahan," tuturnya.
Sementara itu, Kasubag TU Kemenag Tuban, Moh. Qosim, menekankan kepada Penyuluh Agama Islam turut memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga.
"Penyuluh harus bisa amar makruf, nahi mungkar dan tukminuna billah," kata Qosim.
I jugaa meminta kepada Penyuluh Agama Islam untuk banyak menyapa dan bersentuhan langsung kepada umat. "Jangan hanya duduk di kantor atau di rumah, harus menjadi corong informasi program keagamaan kemenag," ucap Qosim. (gun/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




