China Besikap Mendua, 6 Negara Ini Mendukung Invasi Rusia ke Ukraina

China Besikap Mendua, 6 Negara Ini Mendukung Invasi Rusia ke Ukraina Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden China Xi Jinping berpose selama pertemuan mereka di Beijing, pada 4 Februari 2022. (AFP PHOTO/ALEXEI DRUZHININ)/KOMPAS.com

MOSKOW, BANGSAONLINE.com – Ternyata ada lima negara yang mendukung invasi ke Ukraina. Mereka tentu sekutu Moskow selama ini. Negara-negara pendukung itu tersebar di Eropa, Asia, hingga Amerika Latin

Inilah 5 negara yang mendukung invasi ke Ukraina.

MYANMAR

Junta Myanmar pada Jumat (25/2/2022) mendukung invasi ke Ukraina, dengan menyebut langkah itu menunjukkan posisi Moskow sebagai pemimpin dunia. adalah salah satu sekutu utama dan pemasok senjata ke para jenderal Myanmar. Mereka juga berulang kali melindungi negara yang dilanda kudeta itu di PBB. Juru bicara junta Zaw Min Tun mengatakan, militer melakukan hal yang benar demi keberlanjutan kedaulatan negara mereka.

" menunjukkan posisinya kepada dunia sebagai kekuatan dunia," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip AFP. Jenderal Min Aung Hlaing pernah berkata kepada Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, tentara Myanmar menjadi salah satu yang terkuat di kawasan berkat bantuan negaranya, menurut kantor berita TASS.

(Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing menyampaikan pidatonya pada konferensi IX Moskwa tentang keamanan internasional di Moskow, , Rabu, 23 Juni 2021. (AP PHOTO/ALEXANDER ZEMLIANICHENKO)/KOMPAS.com)

VENUZUELA

Dikutip dari KompasTren, Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Selasa (22/2/2022) menyatakan dukungan penuh kepada dalam menghadapi sikap agresif yang diambil oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

"Venezuela mengumumkan semua dukungannya untuk Presiden Vladimir Putin dalam membela perdamaian di , rakyatnya, dan tanah airnya. Semua dukungan kami untuk Presiden Putin!,” kata Nicolas Maduro dikutip dari TeleSUR, Rabu (23/2/2022). "Perdamaian adalah perdamaian dunia dan kami akan mempertahankannya. dan semua orang di dunia harus dihormati,” imbuhnya.

NIKARAGUA

Dikutip Kontan.co.id, Presiden Nikaragua Daniel Ortega menjadi salah satu pemimpin dunia pertama yang menyatakan dukungan kepada pasca pengakuan atas wilayah Luhansk dan Donetsk. Menurut Ortega, langkah yang ambil merupakan bentuk pembelaan diri.

Ortega juga mengatakan, minat Ukraina untuk bergabung dengan NATO bisa menjadi ancaman untuk .

Presiden yang telah menjabat sejak tahun 2007 ini percaya, masyarakat yang tinggal di Luhansk dan Donetsk akan memilih bergabung dengan jika nantinya diadakan referendum.

"Saya yakin jika mereka melakukan referendum seperti yang dilakukan di Krimea, orang akan memilih untuk menggabungkan wilayahnya itu ke ," kata Ortega dalam pidatonya di Managua, Senin (21/2), seperti dikutip Reuters.

Presiden Vladimir Putin pada Senin secara resmi mengakui dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina tersebut sebagai negara merdeka. Keduanya diakui sebagai Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk.

Sumber: Kompas.com

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO