Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia, Franky Sibarani berdiskusi dengan Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto. Foto:yuli iksanti/BANGSAONLINE
SURABAYA (BANGSAONLINE.com) - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia, Franky Sibarani mengunjungi sejumlah proyek investasi potensial di Jawa Timur, di antaranya yaitu Terminal Teluk Lamong (TTL) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Manyar, Gresik, kemarin.
“Melihat sejauh mana kesiapan kita menerima investasi di kawasan industri,” kata Franky, kepada wartawan sembari melayari Selat Madura dengan Kapal Pesiar Artama, milik Pelindo Marine Service (PMS) menuju ke JIIPE.
BACA JUGA:
- Dari Kartini ke Era Digital: Zakat untuk Pendidikan Perempuan sebagai Investasi Masa Depan Jatim
- Bill Gates Pernah Ingatkan CEO Microsoft Soal Investasi di OpenAI
- Senator Ning Lia: Pemulihan IHSG Harus Jadi Momentum Pemerataan Investasi Daerah
- Realisasi Investasi Tembus Rp147 T Sepanjang 2025, Khofifah: Bukti Kepercayaan Investor ke Jatim
Franky memaparkan, terkait usaha peningkatan penanaman modal nasional, pemerintah untuk 5 tahun ke depan gencar menawarkan 15 kawasan industri. Selain itu pemerintah juga berencana membangun infrastruktur 24 pelabuhan di penjuru negeri.
Saat ini Jawa Timur termasuk dalam lima provinsi tujuan investasi utama nasional dengan rasio investasi sebesar 40 persen. “Jika Terminal Teluk Lamong dan JIIPE serta infrastruktur pendukung lain telah benar-benar siap, rasio investasi Jatim bisa naik hingga mencapai 70 persen,” ungkapnya.
Franky melihat langsung kesiapan TTL yang merupakan terminal eco-greenport pertama di Indonesia yang dikelola oleh BUMN Kepelabuhanan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III.
Franky berdiskusi dengan Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto dan Direktur Utama TTL Prasetyadi di menara kontrol. Truk yang beroperasi di terminal petikemas dan curah kering ini, berbahan bakar gas (CNG) untuk mengurangi gas buang.
Sebagian besar lampu penerangan menggunakan LED yang hemat energi dan ada juga yang bertenaga surya. “Peralatan di sini menggunakan tenaga listrik, bukan diesel. Kami terus mencoba mengurangi emisi gas buang,” tegas Prasetyadi.
Konsep hijau TTL diyakini akan menarik bagi investor seiring meningkatnya kesadaran akan pelestarian lingkungan secara global.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




