Bupati Jember, Hendy Siswanto.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Menghadapi persoalan tingginya angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting di Kabupaten Jember, Bupati Hendy Siswanto menggandeng sejumlah yayasan yang konsen untuk mengatasi persoalan tersebut.
Yaitu Yayasan Penguatan Partisipasi dan Kemitraan Indonesia (Yappika) dan Yayasan Prakarsa Swadaya Masyarakat (YPSM). Kedua yayasan itu telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember pada Rabu (28/9/2022) kemarin.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Setelah penandatanganan kerja sama, kedua yayasan tersebut akan bergerak ke sejumlah kecamatan untuk melakukan sosialisasi dalam rangka menekan AKI, AKB, dan stunting.
"Yappika dan YPSM, dua ini adalah yayasan swadaya masyarakat yang ingin membantu persoalan-persoalan utama kita tentang stunting, AKI, AKB, tentunya persoalan tentang ibu, persoalan remaja, putri, dan anak-anak, di dalamnya juga ada pernikahan dini juga," ungkap Hendy.
Menurutnya, PKS dengan Pemkab Jember nantinya akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama dengan OPD-OPD terkait. Yakni bappeda (badan perencanaan dan pembangunan daerah), dinas kesehatan, DP3AKB (dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana).
Ada empat kecamatan yang dijadikan pilot project dalam program penurunan AKI, AKB, dan stunting. Meliputi Kecamatan Sumbersari, Kaliwates, Silo, dan Rambipuji.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




