Ketua DPD Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi, saat memberi pemaparan kepada warga.
"Saya tidak tahu kalau ada insentif seratus ribu perbulan di RT lain. Kalau saya menerima enam ratus ribu dan bisa diambil setiap tiga bulan sekali, berarti dua ratus ribu perbulanya, Saya tahu janji Bupati Sidoarjo akan menaikan insentif RT jadi Rp6 juta per tahun. Tapi nyatanya apa?, Tak terealisasi. Harapan kami selaku ujung tombak ditingkat paling bawah di masyarakat Sidoarjo bisa diperhatikan. Jika hak itu ada untuk kami (RT) ya sudah menjadi kewajiban Pemkab Sidoarjo memberikan," ungkapnya.
Yohanes, Wakil Ketua RT 17/ RW 08 Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo menegaskan jika biasa operasional atau insentif yang dia terima sebagai RT sebesar Rp100 ribu dan belum ada kenaikan hingga saat ini.
"Menurut kami dan teman teman nilai seratus ribu ini sangat tidak layak untuk operasional RT dan RW dalam sebulan untuk melayani warga," kata Yohanes.
Ia memberi contoh, jika ada kedukaan atau ada warga yang sakit setidaknya RT dan RW-lah sebagai penggerak woro-woro ke warga untuk silahturahmi sekaligus menjalin kerukunan warga.
"Tentu Pak RT dan Pak RW minim ada isi dompet sebagai tali kasih kepada warga yang lagi kesusahan.Jadi menurut saya anggaran untuk operasional ketua RT dan RW adalah investasi yang tepat untuk komunikasi sosial dan budaya di masyarakat. Pemkab Sidoarjo harus memandang ini sebagai sesuatu yang positif," ungkapnya.
Berusaha mencari solusi permasalahan operasional RT/RW, Yohanes bersama sejumlah perwakilan ketua RT di Desa Kwangsang, Kecamatan Sedati, melapor atau mencurhatkan permalasahan tersebut ke DPD Golkar Sidoarjo.
"Harapan kami DPD Partai Golkar melalui Ketua DPD, Adam Rusydi, bisa menyuarakan jeritan hati kami (RT/RW red) melalui legislatif atau legislatornya di DPRD Sidoarjo," harapnya.
Yohanes menambahkan jika Golkar melalui anggota fraksi di DPRD Sidoarjo akan mengawal permasalahan atau uneg-uneg mereka.
"Semoga permasalahan kami segera ada solusi, terima kasih bantuan DPD Golkar Sidoarjo yang akan perjuangkan dan mengawal permasalahan kami ini, sebab RT dan RW adalah ujung tombak pembangunan di tingkat terendah di masyarakat," pungkasnya. (cat/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




