Korban pengeroyokan berinisial AN (41) saat menjalani perawatan di rumah sakit.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Seorang pengusaha properti berinisial AN (41), asal Simomulyo Baru, Sukomanunggal, Kota Surabaya mengaku menjadi korban pengeroyokan Komplotan preman bersenjata.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian dugaan pengeroyokan tersebut, terjadi di depan makam Desa Damarsi, Buduran, Sidoarjo, Selasa (8/11/2022) malam.
BACA JUGA:
- Polresta Sidoarjo Ungkap 33 Kasus Narkotika Selama Mei 2026, Total BB Disita Hampir Rp45 Miliar
- Tinggal Sekamar Kos, Pria di Sidoarjo Setubuhi Anak Kandung Berusia 17 Tahun hingga Hamil
- Puluhan Atlet Berkuda Memanah Adu Skill Bersaing di Porkab Sidoarjo 2026
- BHS Salurkan 120 Ekor Sapi Kurban, Sidoarjo Kebagian 9 Sapi dan 1 Kambing
Pengacara AN, Henrie Awhan Sutikno saat ditemui mengatakan, berawal dari korban saat itu berniat membeli bakso di dekat lokasi pembebasan lahan yang dikerjakannya. Setelah itu, AN melihat sekelompok orang mendekati adiknya.
“Gerombolan orang itu dilihat sedang mendekati adik AN. AN berusaha mendekati mereka dan menanyakan ada apa sebenarnya. Namun secara tiba-tiba gerombolan orang yang berjumlah 5 orang ini mendorong korban hingga terjatuh dan memukuli korban menggunakan tangan kosong.” katanya saat ditemui BANGSAONLINE.com, Rabu (09/11/2022).
Selanjutnya, kata Henrie, korban terjatuh, kelompok tersebut menendang korban secara bersamaan hingga berkali-kali.
“Dari gerombolan tersebut ada yang membawa senjata tajam berupa parang,” tambahnya.
Ia mengatakan, dari kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya akibat pengeroyokan itu.
“Kami juga sudah melapor ke kepolisian atau Polresta Sidoarjo agar permasalahan in segera diselesaikan,” tutupnya. (cat/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




