Kondisi Jalan Samanhudi Kecamatan Gresik tergenang air akibat meluapnya tempat pembuangan air. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Gresik mengakibatkan sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Gresik terendam banjir, Selasa (23/11/2022) petang.
Wilayah yang terendam antara lain, Desa/Kelurahan Tlogobendung, Pekauman, Bedilan, Pekelingan Sukodono, Kemuteran, dan Kroman.
BACA JUGA:
- Siapkan Anggaran, DPRD dan Pemkab Gresik Kompak Driyorejo Bebas dari Banjir Kali Avoor
- Cegah Banjir, Warga Babaksari Gresik Gotong Royong Perbaiki Tanggul Bengawan Solo
- DCKPKP Gresik Rampungkan Program Infrastruktur dan Revitalisasi Rumah Warga Selama 2025
- Hujan Deras, Luapan Kali Lamong Rendam 6 Desa di Balongpanggang Gresik
"Di Desa Tlogobendung air meluap hingga seperut. (ketinggian air mencapai) Satu meter, masuk rumah. Barang-barang warga kami basah semua," ucap Kepala Desa (Kades) Tlogobendung, Kecamatan Gresik, Sriwinarni kepada BANGSAONLINE.com.
Menurut dia, bahwa kali atau saluran air yang melintas di desanya meluap lantaran kiriman air dari atas. Antara lain, dari Telegodendo di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Jalan Jaksa Agung Suprapro.
"Telogodendo di bawah gedung WEP dangkal, banyak buangan sampah. Makanya, tak bisa menampung air hujan yang datang dari atas (wilayah selatan). Akibatnya, air langsung tumpah ke kali, sehingga meluber," ungkapnya.
Sriwinarni mengungkapkan, Desa Tlogobendung selalu banjir jika hujan deras mengguyur selama satu jam lebih.
"Telogodendo (WEP) kan dangkal, sampai sekarang belum dikeruk maksimal. Pasca banjir tahun lalu hanya dikeruk pinggir-pinggir saja, sehingga tetap tak dapat menampung air banyak," terangnya.
Kondisi itu, tambahnya, diperparah dengan banyaknya masyarakat yang membuang sampah di Telogodendo.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




