Misi Dagang Gubernur Khofifah di Malaysia Catatkan Transaksi Senilai Rp46,68 Miliar Selama 8 Jam

Misi Dagang Gubernur Khofifah di Malaysia Catatkan Transaksi Senilai Rp46,68 Miliar Selama 8 Jam Gubernur Khofifah saat memimpin East Java Trade Mission and Invesment di Kuala Lumpur, Malaysia.

KUALA LUMPUR, BANGSAONLINE.com - Gubernur memimpin East Java Trade Mission and Invesment (Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (19/12/2022). Komitmen transaksi yang berhasil dicatatkan mencapai Rp48,68 miliar dari tiga belas transaksi produk UMKM selama 8 jam.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk memperluas pasar industri sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perdagangan di Jawa Timur. Misi dagang akan dilanjutkan sampai 21 Desember 2022 diikuti market visit dan kunjungan bisnis lainnya.

"Kami berharap, setelah Misi Dagang ini bisa terus berkolaborasi dan menjajaki berbagai komoditas unggulan dari Jatim dan Malaysia khususnya Kuala Lumpur," kata .

Transaksi tersebut berasal dari sejumlah komoditi utama seperti rempah-rempah, garmen, kopi, kerupuk, sambel olahan, popcorn, mie kering dan multiproduk. Permintaan yang cukup banyak salah satunya yakni Batik Gedog Tuban .

Gubernur menegaskan, Misi Dagang di Malaysia memiliki nilai yang sangat strategis. Salah satunya yakni nilai ekspor non migas Jatim ke negeri jiran yang mencapai 1.599,43 Juta Dollar AS. Angka tersebut naik 25,40 persen dibanding periode sama sebelumnya.

Sementara itu kontribusi PDRB Jatim untuk nasional mencapai 14,36 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi non migas hingga triwulan ketiga mencapai 6,13 persen. mengatakan bahwa sektor industri, perdagangan dan pertanian Jatim turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta Misi Dagang kali ini. Tercatat ada 100 pengusaha yang menghadiri kegiatan Misi Dagang. Sebanyak 62 diantaranya merupakan pebisnis Malaysia.

mengatakan, upaya untuk mendorong perdagangan luar negeri akan senantiasa digencarkan. Meski perdagangan dalam negeri seperti ekspor antar provinsi juga harus tetap diperhatikan. Ke depan, menyanpaikan sudah ada permintaan dari Duta Besar RI di Jepang. Saat ini, Pemprov Jatim sedang melakukan kordinasi teknis potensi pengembangan di negara tersebut.

"Tidak hanya pengusaha Malaysia. Kali ini juga ada yang datang dari Jepang dan Tiongkok," kata .

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO