Anak-anak binaan Imaji Sociopreneur dan Universal PT Tempur Rejo yang menjuarai loma kasti saat foto bersama.
“Dengan memberi wadah anak-anak berkompetisi, mereka akan lebih semangat berlatih dan mengejar prestasi sehingga tidak terlibat sebagai pekerja anak,” ucapnya.
Selain itu, mereka juga menilai bahwa berkolaborasi dan bersinergi dengan banyak stakeholder menjadi sangat penting dalam upaya pendampingan di desa.
Sementara itu, Manajer STP dan CCSRP Universal PT Tempur Rejo, Herdian Rama, menegaskan hal tersebut. Sehingga dalam peran serta untuk melakukan community development di desa menjadi lebih massif dan efektif, mewujudkan Jember Bebas Pekerja Anak pada 2025.
“Program eleminisi pekerja anak tidak bisa melalui satu arah saja, diperlukan kerja sama dari mulai keluarga, sekolah, swasta, hingga pemerintah daerah," tuturnya.
Camat Wuluhan, Andri Purnomo, mengapresiasi Imaji Socialpreneur dan Universal PT Tempur Rejo, serta segenap pihak pendukung penyelenggaraan ALP League 2022. Menurut dia, kegiatan yang telah terselenggara ini berdampat akan memiliki dampak positif di kemudian hari.
"Penanaman nilai sportivitas, perjuangan, kegigihan, dan lain sebagainya, tentu akan membantu anak-anak untuk menempa karakter. Tugas anak-anak adalah belajar, bersekolah, dan berprestasi. Semoga ALP League dapat benar-benar mencegah pekerja anak di berbagai sektor," paparnya.
"Dengan kegiatan dan pendampingan yang dilakukan oleh Imaji Socialpreneur dan Universal PT Tempur Rejo dapat mengalihkan anak-anak, terlibat dalam aktivitas perburuhan, khususnya di sektor pertanian tembakau. Sebab Jember di wilayah selatan, termasuk wuluhan, cukup dikenal sebagai penyumbang produksi tembakau yang cukup besar," imbuhnya. (yud/bil/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




