Sumari dan beberapa warga pun berharap, dinas terkait yang membidangi persoalan pengairan segera melakukan tindakan. Sebelum, kekesalan warga semakin memuncak.
’’Para petani ini sudah menjalankan kewajibannya untuk membayar pajak. Sekarang kami hanya meminta hak kami agar air di sungai ini bisa mengalir seperti dulu, intinya disitu,’’ ungkapnya
Terpisah, Dinas PU Pengairan Jombang membantah tegas adanya tudingan lepas tangan terkait dengan masalah tidak mengalirnya air sungai Desa Sidokaton yang digunakan untuk kebutuhan pertanian. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan upaya agar air di sungai tersebut bisa mengalir. Meskipun sungai di Desa Sidokaton, merupakan tanggungjawab dari BBWS (Balai Besar Wilayah Surabaya).
Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Jombang, Arif Gunawan saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya sudah mendengar adanya aksi puluhan warga Desa Sidokaton yang menanam pisang di sungai desa tersebut. Ia juga membantah bahwa pihaknya tidak melakukan upaya apapun terkait dengan masalah itu.
’’Memang itu berada di wilayah Kabupaten Jombang, namun sebenarnya itu merupakan tanggungjawab dari BBWS, bukan kewenangan pemkab Jombang,’’ tambahnya.
Arif menjelaskan, tidak mengalirnya air di sungai Sidokaton, disebabkan karena beberapa faktor. Hal itu diketahui setelah pihaknya beberapa waktu lalu melakukan pengecekan pasca adanya laporan bahwa air sungai yang digunakan untuk pengairan sawah para petani ini, airnya tidak kunjung mengalir.
’’Jadi setelah kami cek dilapangan, ternyata karet yang digunakan untuk membendung air di dam karet Jati Mlerek itu jebol, sehingga air tidak dapat dibendung dan mengalir ke saluran sekunder yakni ke arah sungai Sidokaton,’’ jelasnya.
Namun demikian, pihaknya mengaku sudah melaporkan hal tersebut ke PU Pengairan Provinsi dan BBWS provinsi. Selain itu, tim dari BBWS dan pengairan provinsi pun sudah datang ke Jombang, dan mulai melakukan pembenahan.
’’Mulai kemarin sudah dilakukan pembenahan. Jadi karet penahannya harus di tambal terlebih dahulu. Kami berharap warga bisa mengerti karena memang membutuhkan waktu hingga beberapa hari,’’ terangnya.
Arif menuturkan, dalam proses perbaikan ini, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 500 glangsing yang digunakan untuk membendung aliran sungai. Selain itu, kemarin (19/5), sebanyak 700 glangsing dari dinas PU Pengairan Provinsi juga sudah sampai di dam karet. Sehingga, harapannya dalam waktu cepat, proses penambalan karet penahan air sudah mampu untuk diperbaiki.
Disinggung terkait dengan adanya informasi terkait dengan dugaan ada oknum dinas pengairan yang main-main dalam persoalan tidak mengalirnya air ke sungai Sidokaton, Arif menyatakan akan melakukan penelusuran lebih lanjut. Selain itu, jika hal tersebut benar adanya, Arif pun berjanji akan memberikan sanksi kepada oknum tersebut.
’’Akan kami tindak lanjuti terkait dengan informasi itu. Jika memang benar akan kami sanksi. Jika masih membandel, maka akan kami usulkan untuk diberhentikan,’’ pungkasnya. (dio)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




