Ratusan warga Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, saat mendatangi balai desa. Foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, ngeluruk balai desa setempat, Senin (19/2/2023).
Kedatangan mereka untuk menuntut dipekerjakan di Smelter PT Freeport Indonesia (PT FI) yang berada di Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE) Kecamatan Manyar.
BACA JUGA:
- Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional JIIPE Serahkan Kantor Kepolisian Khusus Kawasan
- Investasi 600 Juta USD, Pabrik Melamin di Gresik Dorong Industri Kimia Rendah Emisi
- PT BKMS Santuni Anak Yatim dan Salurkan 2.300 Sembako untuk Warga Kawasan JIIPE
- Disebut Hindari Bayar THR, PT KAS Klarifikasi soal Ratusan Buruh Mie Sedaap yang Dirumahkan
Mereka juga mendesak adanya transparansi pengelolaan limbah bekas konstruksi proyek Smelter Freeport yang diterima oleh desa melalui badan usaha milik desa (BUMDes). Di antaranya berupa limbah besi yang dijual.
Warga yang didominasi pemuda desa dan ibu-ibu tersebut juga mempertanyakan adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses perekrutan tenaga kerja di proyek Smelter PT Freeport Indonesia.
"Kami datang ke balai desa ingin meminta kejelasan adanya biaya dalam perekrutan tenaga kerja, khususnya lowongan kerja satpam. Ada yang kena biaya Rp8 juta sampai Rp21 juta dengan dalih pelatihan satpam," ucap Robi Binur, perwakilan pemuda.
Menurutnya, warga Karangrejo resah dengan ulah seorang oknum yang diduga melakukan penarikan biaya kepada setiap warga yang melamar kerja di Smelter.
Ironisnya, oknum yang menarik biaya tersebut tak lain warga setempat. Tak tanggung-tanggung, biaya yang dipatok bagi warga yang melamar kerja ke smelter mencapai puluhan juta rupiah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




