Budeli saat merangkak dari lincak menuju halaman rumah yang ditempati. Foto: MUTAMMIM/BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Seorang kakek tua bernama Budeli (82) warga Dusun Seloros, Desa Batu Poro Barat, Kecamatan Kedungdung, Sampang, terpaksa harus menahan rasa sakit puluhan tahun karena menderita penyakit hernia.
Pasalnya, ia tidak mendapatkan perhatian dari tenaga kesehatan mulai Puskesmas pembantu setempat dan Pondok bersalin desa (Polindes) hingga Puskesmas Banjar. Hal itu diungkapkan Syamsul Arifin, pemuda setempat yang sehari-hari merawat kehidupan Budeli.
BACA JUGA:
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
- Diskominfo dan Dinsos Sampang Kolaborasi Siapkan Sosialisasi Larangan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
"Dulu pernah kalau tidak salah dua kali, tapi sekarang tidak ada dari tenaga kesehatan yang sudi datang ke sini melihat kondisi kakek Budeli walaupun itu masyarakat yang minta," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (14/3/2023).
Menurut dia, kakek itu sangat membutuhkan tindakan kesehatan. Sebab, Budeli keseringan saat tengah malam teriak kesakitan. Oleh karena itu, kalau tidak ke tenaga kesehatan lantas meminta kesiapa lagi.
"Dari kami bukan hanya sebatas meminta tolong untuk melihat kondisi kakek Budeli, tapi kami siap membayarnya, lalu kenapa setiap kami lapor tidak pernah diperhatikan," cetusnya.
Dia menambahkan, kakek Budeli ini terlihat secara kasat mata adalah manusia, jadi, ia pantas mendapat perhatian dari sesama manusia.
"Kami akui kakek Budeli disini tidak mempunyai sanak famili. Namun masyarakat disini merawat dia seperti keluarga sendiri, makan setiap hari ditanggung cuma kalau melihat kakek Budeli kesakitan tetangga sini hanya bisa pasrah saja," jelasnya.






