Kepala Desa Sukorejo, Fatkhur Rokhman, saat orasi di depan PT HHP. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik, Fatkhur Rokhman memimpin ratusan warganya demo di PT Haswin Hijau Perkasa (HHP), Senin (5/6/2023). Ia menuntut agar perusahaan pemroduksi kayu itu mempekerjakan warganya karena banyak pengangguran.
Dalam aksinya, ratusan pendemo memblokade Jalan Raya Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas. Mereka juga mendirikan tenda di pinggir jalam dan memarkir kendaraan besar melintang di jalan.
BACA JUGA:
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
- Buron hingga ke Malang, Pelaku Pembacokan di Menganti Akhirnya Diringkus Polisi
Fatkhur menyatakan bahwa aksi demo ini dilakukan untuk menuntut sejumlah tuntutan kepada PT Haswin Hijau Perkasa. Antara lain, meminta agar warga Desa Sukorejo yang masuk ring 1 dipekerjakan, meminta agar Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sukorejo dilibatkan dalam pengohan limbah kayu (serbuk). Sebab, selama ini hanya dinikmati oleh segelintiir orang.
"Kedatangan kami ke sini ( PT Haswin Hijau Perkasa) menuntut agar warga saya, yang masuk ring 1 Desa Sukorejo dipekerjakan, dan meminta agar BUMDes Sukorejo dilibatkan dalam pengolahan limbah pabrik yang selama ini menjadi permainan segelintir orang," paparnya saat orasi.
Ia mengungkapkan, meski di sekitar Desa Sukorejo tumbuh subur industri, namun banyak warga Sukorejo yang nganggur. Tak punya pekerjaan. Menurut dia, selama ini manajemen PT HHP dalam merekrut tenaga kerja mengakomodir pekerja dari luar Gresik.
"Di desa kami masih banyak pengangguran. Kalau warga saya tidak punya pekerjaan, pengangguran, mereka tidak bisa makan. Tak bisa membiayai sekolah anak. Jangan sampai warga saya seakan mati di lumbung padi," tuturnya.
Ia mendesak manajemen PT HHP agar menjalankan regulasi daerah. Di mana mengendepankan serapan tenaga kerja lokal ketimbang pekerja dari luar Gresik.
"Warga kami akan lakukan aksi ini hingga tuntutan dikabulkan. Makanya, kami juga memasang tenda. Sesuai perijinan aksi ini akan kami lakukan selama satu minggu sampai tuntutan dikabulkan. Ini saya lakukan demi warga kami," ujarnya.
Aksi demo ratusan warga Desa Sukorejo ini mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan Raya Mayjend Sungkono yang menghubungkan Gresik-Surabaya macet total. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan pihak manajemen PT HHP soal tuntutan warga pendemo. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






