Bupati Karna Suswandi bersama pejabat dari Kementerian Perhubungan, Pemprov Jatim, dan Situbondo, saat memotong pita tanda dilaunchingnya pelayaran perdana lintas Pelabuhan Jangkar Situbondo ke Lembar, NTB. Foto: SYAIFUL BAHRI/ BANGSAONLINE
"Saya melihat Pak Bupati ini bukan mikir Situbondo saja, tapi mikir Indonesia bagaimana sistem transport itu konektivitasnya seluruh indonesia, tidak hanya Situbondo saja atau Jawa Timur saja," puji Ira.
Sedangkan Plt. Kepala TSDP Kementerian Perhubungan RI, Bambang Siswoyo, mengatakan angkutan logistik ini dapat berperan penting dalam mengurai kemacetan jalan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan wisata daerah.
"Lintas Jangkar-Lembar merupakan lintas penyeberangan yang menguntungkan Jangkar Situbondo dan Lembar Lombok Barat. Di mana sebagai alternatif transportasi penyeberangan beban jalan dan kemacetan di daerah Banyuwangi, serta meningkatkan sektor perekonomian dan pariwisata khususnya di Kabupaten Situbondo," ujarnya.
Bambang menjelaskan untuk mendukung pengoperasian pelayaran nasional ini, pihak Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan sejumlah peraturan sebagai yuridiksi formalnya.
"Dalam rangka mendukung pembukaan lintas Jangkar-Lembar, pemerintah telah menetapkan 2 keputusan Menteri Perhubungan, yaitu KM 85 tahun 2022 tentang penetapan lintas penyeberangan antar provinsi pada Pelabuhan Jangkar di Kabupaten Situbondo Provinsi Jawa Timur, dan KM 61 tahun 2023 terkait dengan penyesuaian tarif penyelenggaraan angkutan penyeberangan kelas ekonomi antar provinsi dan lintas antar negara. Kedua keputusan tersebut merupakan dasar hukum terkait pengoperasian Jangkar-Lembar," bebernya.
Untuk mengatur pengoperasian di pelabuhan, pemerintah juga telah menetapkan PM no 91 tahun 2021 terkait zonasi di kawasan pelabuhan, yang intinya di pelabuhan ada zona A sampai E. Setiap zona mempunyai lokasi-lokasi yang di dalamnya ada lokasi untuk penumpang penanggu, penumpang yang belum bertiket, kendaraan yang sudah bertiket penumpangnya, kendaraan yang belum bertiket, dan kendaraan yang menunggu antrean. Jadi intinya nanti termasuk pengaturan kendaraan B3.
"Jadi kami berharap ke depannya Pelabuhan Jangkar kalau sudah ditetapkan sistem zonasinya, kami berharap semua ditata dengan baik," pinta Bambang.
Ia mengapresiasi peran serta aktif Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo yang telah meningkatkan dan menyediakan berbagai fasilitas pendukung di pelabuhan. Serta aksesibilitas sangat untuk memberikan kenyamanan keamanan dan keselamatan pada pengguna jasa.
"Terima kasih Pak Bupati, intinya kami sudah melihat jalan dari depan sampai ke dalam sudah ada peningkatan. Kami berharap secepatnya ditindaklanjuti lanjuti kembali agar nantinya kendaraan keluar masuk sudah semakin lancar," katanya.
Bambang menyampaikan, untuk mendukung pelayanan perdana lintas Jangkar-Lembar telah disediakan dua kapal, yang akan melayani untuk sementara. Yakni kapal KMP Sejahtera 2 milik ASDP Fery Indonesia dan KMP Jambu 10 milik PT Duta Bahari.
"Harusnya ada 3 kapal, yang satunya Swana Cakra. Namun kemarin ketika pemasangan subtrailer ada trouble," ungkapnya.
"Tentunya, nanti kami akan mengevaluasi berapa demand yang ada di pelabuhan ini, baik yang ada di Lembar maupun dari Jangkar. Intinya kami akan evaluasi dalam 2-3 bulan. Kalau nanti kurang, kami akan menambah dan kami akan memberikan izin kepada kapal yang kemarin sudah mengajukan diri untuk mengisi lintas Jangkar-Lembar," imbuhnya.
Bambang berharap Dermaga Jangkar ini tidak hanya untuk di Jangkar-Lembar, namun juga tetap melayani ke Pulau Madura, Raas, Sapudi, Kangean, dan Sumenep.
"Saya berharap beban logistik yang dimuat jangan melebihi kapasitas diatas 40 ton. 35-40 (ton) saya berharapnya. Karena apa? Saya berharap trestel dan juga MB daripada dermaga ini tetap terjaga," pungkasnya. (adv/sbi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




