Gubernur Khofifah dengan Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting, saat teken Mou. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - PT Smelting bersama 12 Industri di Jatim dengan Gubernur Khofifah tandatangani MoU (nota kesepahaman) pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Ke-12 industri dimaksud antara lain, PT Kimia Farma-Plant Watudakon, PT Semen Indonesia (Persero) TBK, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bali Nusra, dan PT Petrokimia Gresik.
BACA JUGA:
- Polisi Gadungan Pemalak Warung Dibekuk di Duduksampeyan Gresik
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Hadiri Groundbreaking Nitrate Complex, Bupati: Gresik Kian Kokoh Jadi Magnet Investasi Nasional
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Gubernur Khofifah dengan Irjuniawan P Radjamin selaku Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting, pada acara Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia yang berlangsung di Markas Komando Divisi Infanteri 2/Kostrad Singosari, Malang, Senin (4/9/2023).
Irjuniawan P Radjamin menyatakan, mendukung penuh ajakan Gubernur Jawa Timur dalam pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Karena menurut ia, sudah menjadi kewajiban bagi industri, khususnya di Jawa Timur melakukan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan.
"Kami juga terus melaporkan kegiatan kami dalam dukungan pengendalian lingkungan berupa proper ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup," ucap Irjuniawan dalam rilis diterima BANGSAONLINE.com, Selasa (5/9/2023).
Bentuk nyata dukungan itu, kata Irjuniawan, di antaranya, PT Smelting melakukan penanaman mangrove di sepanjang pesisir pantai Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.
Kemudian bersama-sama dengan Taman Safari Indonesia (TSI) dan Kementerian Lingkungan Hidup melakukan konservasi satwa dilindungi seperti Komodo dan Elang Jawa.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah mengajak masyarakat menerapkan program 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle). Hal ini selaras dengan tema HLH 2023 “Beat Plastik Pollution”.
Gubernur juga menekankan bahwa, melakukan 3R sangat penting dan genting mengingat plastik merupakan salah satu limbah terbesar yang di buang ke laut setiap tahunnya dengan jumlah mencapai 11 juta ton
"Oleh karena itu sama-sama kita coba maksimalkan bagaimana sampah-sampah plastik itu bisa dikurangi. Maka reduce, recycle, reuse bisa kita lakukan," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




