Penyerahan bantuan oleh Wakil Ketua II Baznas Jatim, KH Ahsanul Haq, kepada Ketua Baznas Banyuwangi, H Lukman Hakim, disaksikan Asisten Pemerintahan Pemkab Banyuwangi. Foto: Ist
"Program bedah rumah itu merupakan bagian penting dari kami dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Salah satu item indikatornya adalah rumah. Apalagi, rumah yang berlantaikan tanah langsung (tanpa diplester semen atau di keramik),” paparnya.
Arief juga berterima kasih kepada Baznas Jatim serta para donatur yang telah ikut berpartisipasi dalam program bedah rumah atau Properti Baznas Jatim.
"Alhamdulillah dan terima kasih kami ucapkan kepada Baznas provinsi (Jatim) dan Baznas Banyuwangi yang sudah memberikan semacam perhatian kepedulian empati khususnya kepada warga Banyuwangi," ucapnya.
"Ada 4 kecamatan yang menerima program bedah rumah ini. Saya mengucapkan terima kasih. Tolong disampaikan kepada warga yang ada di Provinsi Jawa Timur, warga Banyuwangi berterima kasih," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas Banyuwangi H Lukman Hakim memberikan kabar gembira terkait bantuan modal usaha bagi para pelaku usaha ultra mikro. Jadi, bagi yang telah menerima bantuan, mereka berkesempatan mendapatkan bantuan yang lebih besar lagi.
"Dengan catatan, mereka diharapkan bisa mengangsur pinjaman-pinjamannya sebesar Rp 5 – 10 ribu per harinya. Kemudian, tidak lagi terlibat pinjaman dengan bank-bank harian. Apabila oleh tim dinilai baik, maka mereka akan mendapatkan bantuan dana yang lebih besar lagu untuk usaha mereka,” katanya.
Penyerahan bantuan program bedah rumah dan uang tunai tersebut merupakan pemberian tahap pertama. Yakni, untuk bantuan Properti kepada sebanyak 10 orang, serta bantuan modal kepada 25 pelaku usaha ultra mikro.
Penyerahan secara simbolis tersebut dilakukan oleh Waka II Baznas Jatim KH. Ahsanul Haq kepada Ketua Baznas Banyuwangi H Lukman Hakim, disaksikan oleh Asisten Pemerintahan Pemkab Banyuwangi serta sejumlah pimpinan OPD. (ari/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




