"Kalau AHWA untuk Hindari Riswah, Loh, Pelakunya kan Mereka"

"Kalau AHWA untuk Hindari Riswah, Loh, Pelakunya kan Mereka" Meskipun Umat Islam minoritas di Papua, tapi banyak masjid berdiri di tengah kampung penduduk muslim. Islam di Papua identik NU karena kental dengan tradisi atau adat istiadat. Foto: infobackpacker.com

Sebelumnya, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri juga mengaku didatangi sekelompok orang waktu di ke-32 di Makassar. Mereka ini lalu memberi uang sekitar Rp 10 sampai 20 juta kepada Kiai Jamaluddin agar memilih kandidat yang kini mimpin PBNU. ”Pokoknya banyak, tebal,” kata Kiai jamaluddin sambil tangannya memperagakan amplop yang berisi uang.

(Baca juga: Ini Cerita Rais Syuriah PCNU Probolinggo saat dirinya Coba Disuap di Muktamar Makassar)

Tampaknya pemaksaan AHWA lewat Munas jadi bumerang bagi elit PBNU. Buktinya, PWNU dan PCNU bukan semakin lunak tapi justeru semakin keras menolak AHWA. Mereka makin sadar bahwa elit PBNU makin banyak melakukan pelanggaran AD/ART.

“Terlalu dini kalau AHWA itu mau diberlakukan dalam ke-33 di Jombang. Kalau memang niatnya tulus masih perlu waktu. Paling tidak, lima tahun lagi,” katanya. Tapi itu pun, kalau disetujui Muktamirin.

”Said Aqil sudah tak menghargai PWNU dan PCNU. Ia arogan. Ia juga tak mau menghargai Syuriah,” kata Kiai Ahmadi.

Ia mengakui Said Aqil Siraj sosok yang cerdas dan ahli sejarah. ”Tapi saya tak simpati. Dia arogan dan memaksakan kehendak,” tegasnya. Dalam organisasi – tegas dia - siapapun – termasuk kiai – harus tunduk kepada kesepakatan Muktamirin, bukan kehendak dan kepentingan pribadi. (tim/bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO