Rapat paripurna yang berlangsung di DPRD Bangkalan.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Bangkalan menyatakan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2024 mengalami defisit, yang mana nilai kebutuhan berada di angka Rp2,4 triliun sedangkan postur anggaran yang dimiliki sekitar Rp2,3 triliun.
"Sisi pendapatan daerah Rp2,312 triliun, kebutuhan anggaran belanjanya mencapai Rp2,431," kata Pj Bupati Bangkalan, Arief Moelia Edie, saat membacakan pengantar nota keuangan rancangan peraturan daerah tentang APBD tahun anggaran 2024 dalam sidang paripurna yang berlangsung hari ini, Rabu (4/10/2023).
BACA JUGA:
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Madura Semprot Gunungan Sampah di TPS Bangkalan
- Ruang Pantomim Bangkalan Turun ke CFD, Kenalkan Seni yang Telah Ukir Prestasi Nasional
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
- Investigasi Keracunan 84 Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan, Satgas MBG Ungkap Temuan ini di SPPG
Dijelaskan pula bahwa pendapatan Rp2,3 triliun terdiri dari 2 sumber, yakni PAD (pendapatan asli daerah) sekitar Rp343,3 miliar dan pendapatan transfer sekitar Rp1,9 triliun. Sedangkan belanja daerah dalam belanja koperasi dibutuhkan sekitar Rp1,7 triliun, belanja modal sekitar RpRp240,2 miliar, belanja tidak terduga (BTT) sekitar Rp3 miliar dan belanja transfer sekitar Rp417,6 miliar.
"Dengan mencermati kebutuhan belanja daerah dan optimalisasi pendapatan daerah, defisit anggaran tahun 2024 sebesar Rp119.477.785.934,00.," tuturnya.
Defisit tersebut, menurut dia bisa diatasi dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang dikelola secara hati-hati dengan menjaga keberlanjutan fiskal daerah.
"Besar harapan kami pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2024 dapat dilakukan secara konstruktif demi mewujudkan masyarakat Bangkalan yang sejahtera," pungkasnya. (fat/uzi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




