Salah satu korban saat menjalani perawatan medis di RSUD Sampang. Foto: Dok Polres Sampang/ BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Peristiwa tumpah darah terjadi di Sampang. Kejadian itu melibatkan warga Desa Banyumas dengan Pakalongan. Polisi menyebut kejadian tersebut sebagai carok massal.
Berdasarkan laporan polisi yang diterima awak media, carok massal itu terjadi Selasa (3/10/2023) malam sekira pukul 19.15 WIB, tepatnya di rumah salah satu korban, yaitu Penjabat Kepala Desa (Kades) Gunung Mada Sampang.
BACA JUGA:
- Vonis 5 Tahun Penganiaya Guru Tugas di Sampang, Kuasa Hukum Korban Singgung Percobaan Pembunuhan
- Polres Sampang Bantah Ada Penghadangan Saat Penangkapan Lansia di Ketapang
- Pemuda di Tambelangan Sampang Ditangkap usai Curi 16 Karung Gabah dan Beras
- Motor Petani Tembakau di Camplong Sampang Hilang saat Ditinggal ke Sawah
Motif dari peristiwa carok massal tersebut diduga perihal asmara. Akibat dari carok massal itu, tujuh korban dilarikan ke Rumah Sakit RSUD dr. Mohammad Zyn.
Berdasarkan keterangan polisi, awalnya salah satu korban yang bernama Farhan mengajak teman perempuannya berinisial N ke rumahnya. Farhan kemudian dihadang oleh sekumpulan pemuda setempat. Mereka melarang Farhan membawa N karena telah mempunyai tunangan.
Tetapi Farhan tak menghiraukan larangan itu. Ia pun lalu dikeroyok para pemuda setempat dengan senjata taja, mulai dari celurit, pisau, hingga parang.
Farhan kemudian melarikan diri ke rumah Pj Kades Gunung Madah. Sang pj kades yang berusaha melerai justru turut menjadi sasaran penganiayaan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




