Gubernur Khofifah dalam sebuah acara bersama penyandang disabilitas.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Upaya peningkatan keterampilan dan skill entrepreneurship pada seluruh masyarakat terus dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur, tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas.
Data yang dihimpun dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, total sudah 360 penyandang disabilitas yang mendapatkan program pelatihan start up, pendampingan rintisan usaha, memulai bisnis, hingga pemasaran produk.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
Pelatihan start up ini dilakukan di sejumlah daerah. Antara lain Kabupaten Jember, Jombang, Ngawi, Madiun, Trenggalek, Tulungagung, Situbondo, Banyuwangi, dan Kota Pasuruan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pelatihan tersebut adalah upaya nyata untuk membangun ketahanan ekonomi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan, utamanya para disabilitas. Sehingga, bisa menjadi penguatan agar mereka bisa berdaya secara ekonomi dan mandiri.
"Kegiatan pelatihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Dan harapannya usai pelatihan akan banyak pelaku start up dari penyandang disabilitas," ungkapnya, Jumat (6/10).
Khofifah mengatakan pelatihan yang diberikan ada berbagai macam. Ia menyontohkan di Jember, penyandang disabilitas diajarkan untuk membuat batik. Sementara di Pasuruan, peserta dijari membuat frozen food. Ada juga kriya tangan, pembuatan kue basah, dan lain sebagainya.
Materi pelatihannya juga tidak hanya terkait proses produksi saja, namun juga standarisasi produk, penguatan digital marketing, hingga pemanfaatkan aplikasi digital untuk membuat materi promosi seperti menggunakan canva.

Tak hanya itu, para penyandang disabilitas juga diajak untuk belajar berjualan melalui e-commerce Indonesia. Termasuk strategi berjualan tanpa modal sebagai dropshipper juga diajarkan pada mereka.
"Hal ini bertujuan agar para pelaku usaha disabilitas ini nantinya juga bisa go digital sesuai perkembangan teknologi saat ini. Sehingga usaha mereka juga bisa naik kelas," imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




