Gubernur Khofifah dan Bupati Fawait memantau ketersediaan BBM di SPBU Kaliwates, Jember. (dok. Ist)
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Krisis BBM yang terjadi sejak pekan lalu di Kabupaten Jember perlahan-lahan mulai berangsur membaik.
Demi memastikan kondisi di lapangan, Gubernur Khofifah yang tengah memantau kondisi Pasar Tanjung Jember, langsung melanjutkan agenda kunjungan ke SPBU Kaliwates.
BACA JUGA:
- Mukernas GPdI 2026 di Surabaya, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi
- Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Gubernur Khofifah: 1 Muharram Momentum Perkuat Kesalehan Sosial
- Bertabur Hadiah, Gubernur Khofifah Ajak Warga Meriahkan Jalan Sehat Tahun Baru Islam
- Wisuda Tahfidz Khadijah Surabaya, Gubernur Khofifah: Generasi Qurani Jadi Modal Daya Saing Bangsa
Di lokasi ini, Gubernur Khofifah memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai penyebab hambatan distribusi BBM yang sempat memicu kelangkaan di beberapa wilayah Jember.
Menurut Gubernur, kendala distribusi BBM disebabkan oleh tiga faktor utama. Pertama, gelombang tinggi di Selat Bali yang berdampak langsung pada penundaan pelayaran Ketapang-Gilimanuk.
“BMKG menyampaikan bahwa kondisi gelombang sangat tinggi, sehingga pelayaran harus dihentikan sementara. Akibatnya, terjadi antrean panjang di Pelabuhan Ketapang yang memengaruhi distribusi dari Terminal BBM Tanjung Wangi,” kata Gubernur Khofifah, dalam keterangannya, Kamis (31/7/2025).
Kedua, penutupan total jalur Gumitir akibat proyek perbaikan besar-besaran.
“Gumitir sedang dalam proses rekonstruksi karena kerentanan tanah yang cukup tinggi. Proses pemulihannya memerlukan teknik pemadatan hingga mencapai batu dasar yang paling keras untuk memastikan keamanan jangka panjang,” jelasnya.
Ketiga, keterbatasan pada Jembatan Besuk yang hanya mampu menahan beban maksimal 15 ton.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




