Masjid Pondok Pesantren Amanatul Ummah Kapuas Palangkaraya Kalimantan Tengah. Pesantren Amanatul Ummah Kapus ini diresmikan secara bersama oleh Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, Wagub Kalteng Edy Praowo dan Sekdaprov Kalteng Nuryakin, Rabu (4/10/2023). Foto: m mas'ud adnan/bangsaonline
Kiai Asep optimistis Amanatul Ummah Palangkaraya ini besar menyusul sukses Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur. Asal, tegas Kiai Asep, para pengelolanya tulus, ikhlas dan selalu penuh semangat bersatu secara berjemaah.
“Kalau tulus, jemaah ini akan terpelihara. Karena itu jangan ada yang tidak tulus. Karena akan terjadi penyimpangan dan pecah belah,” kata Kiai Asep yang juga ketua umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).

Setahun lalu, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, memimpin istighatsah untuk pembangunan pesantren yang dirintis para tokoh NU Palangka Raya di Desa Humbang Raya, Mantangai, Kapuas, Kalimantan Tengah, Ahad (9/10/2022). Foto: mma/bangsaonline.com
Kiai Asep menekankan pentingnya berjemaah bukan semata didasarkan pada prinsip menejemen, tapi juga karena ada Hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa pertolongan Allah SWT diberikan kepada perjuangan yang berjemaah.
“Kalau kebersamaan ini terjaga tak perlu lama-lama. Mungkin 10 tahun sudah berdiri universitas,” kata Kiai Asep yang disambut amin peserta rapat secara khusuk.
Dalam rapat itu disepakati lembaga pendidikan yang akan didirikan kali pertama adalah SMA atau Madrasah Aliyah. Alasannya, selain karena faktor keamanan – mengingat pesantren ini di tengah hutan – juga output atau alumninya akan langsung terlihat.
"Kalau misalnya ada yang diterima kuliah di luar negeri seperti Mesir akan langsung terlihat masyarakat," kata Kiai Asep.
Kiai miliarder tapi dermawan itu juga siap mengirimkan guru atau ustadz untuk mengajar di pesantren baru itu. "Nanti saya kirim guru sekaligus gajinya saya tanggung, saya yang bayari," katanya.
Apalagi pesantren Amanatul Ummah Palangkaraya ini rencananya juga dibarengi dengan pengelolaan bisnis.
“Yang 10 hektar untuk lokasi pesantren, yang 10 hektar untuk usaha,” kata Haji Junaidi Siregar.
Dalam rapat itu Fadly Usman sempat mewacanakan usaha kolam pancing, peternakan kambing dan usaha lainnya. “Ini pertanyaan titipan dari teman-teman di sini (Palangkaraya),” kata Fadly Usman yang juga dosen Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Yang juga manarik, Haji Junaidi Siregar selaku pemilik tanah tak hanya mewaqafkan tanah untuk pesantrren. Tapi juga menyiapkan tanah (tempatnya bersebelahan dengan lokasi pesantren) juga untuk pemukiman penduduk. Yaitu pembukaan lahan untuk kampung baru.
Nah, perumahan ini dinamakan Kampung NU atau Kampung Nahdlaltul Ulama. Pantauan BANGSAONLINE, di pintu masuk di pinggir jalan raya sudah ditulis ucapan selamat datang ke Kampung NU.
“Luas tanahnya 15 hektar,” tutur Haji Junaidi Siregar. Tanah seluas itu dibagi tiga. Kampung NU I, Kampung NU II dan Kampung NU III.
Peminat kampung NU ternyata sangat besar. Menurut Junaidi Siregar, sudah banyak masyarakat yang antre untuk memesan tanah kavlingan itu.
“Sudah 144 Kepala Keluarga,” tuturnya sembari menuturkan bahwa banya tokoh dan pejabat yang ikut beli di tanah tersebut karena sangat strategis dan punya prospek cerah. Diantaranya beberapa pejabat peinting Pemprov Kalsel.
Kapan rumah-rumah di perkampungan NU itu dibangun? “Mereka menunggu pesantren ini jadi,” kata Junaidi Siregar.
Rumah-rumah itu akan dibangun di atas tanah yang luas. Perkapling ukuran 20 X 40 meter. Jadi perkavling selus 800 meter.
Perkampungan NU dan Pesantren Amanatul Ummah Kapuas Palangkaraya ini memang punya prospek cerah. Apalagi banyak tokoh sudah menjadi calon penghuni rumah di kawasan ini. Bahkan Ketua PCNU Kota Palangkaraya Muhammad Syahrun tidak hanya bertekad untuk tinggal di perkampungan NU, tapi juga ingin dikubur di kawasan ini jika kelak meninggal dunia.
"Kalau saya habis umur saya minta dimakamkan di sini, karena dekat dengan pondok pesantren banyak santri mengaji tiap hari. Dengan demikian saya juga dapat transfer pahala tiap hari," kata Muhammad Syahrun yang disambut tawa para tokoh dan peserta peresmian Pondok Pesantren Amanatul Ummah Palangkaraya. (MMA)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




