Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom (tengah) saat memimpin rilis pers kasus kericuhan suporter Gresik United. Foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Pasca kejadian itu, petugas melakukan langkah dengan mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian membuat laporan polisi, melakukan permohonan VER (visum et repertum), dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan tersangka.
Selain itu, polisi juga mengambil rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan melakukan penyitaan barang bukti (BB).
"Atas kejadian tersebut, tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Jatim dan Satreskrim Polres Gresik berhasil mengamankan 15 orang diduga pelaku," tutu Adhitya.
"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 15 orang tersebut dan dilakukan gelar perkara yang menetapkan 8 orang menjadi tersangka," sambungnya.
Adapun barang bukti yang diamankan polisi berupa satu buah handphone, batu berbagai macam bentuk dan ukuran, potongan kayu, dan hasil visum et repertum (VER).
"Tersangka dikenakan pasal 170 KUHP, pasal 160 KUHP dan/atau pasal 214 KUHP. Pasal 170 ayat 2 ke 1e KUHP berbunyi barang siapa di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang yang mengakibatkan luka diancam dengan penjara selama-lamanya 7 tahun," terangnya.
Selanjutnya, pasal 160 KUHP berbunyi, barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan tindakan pidana dengan ancaman penjara 6 tahun.
"Adapun pasal 214 KUHP berbunyi, paksaan dan perlawanan berdasarkan pasal 211 dan 212 jika dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




