Srikandi RGS Indonesia Kecamatan Manyar saat door to door menggalang dukungan untuk pasangan Prabowo-Gibran. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ketua Umum Relawan Gerakan Sosial (RGS) Indonesia, Taufiq Muhammad menyatakan, RGS mengerahkan Srikandi (ibu-ibu) RGS untuk melakukan door to door ke rumah warga untuk mendapatkan dukungan terhadap pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dalam kampanye yang dilakukan oleh Srikandi RGS Indonesia Kecamatan Manyar, bergerak masuk ke rumah-rumah warga untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024.
BACA JUGA:
- Hadiri Groundbreaking Nitrate Complex, Bupati: Gresik Kian Kokoh Jadi Magnet Investasi Nasional
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
"Ini sudah bergerak. Srikandi RGS Manyar masuk satu rumah ke rumah lain, menggaet pemilih, menggalang dukungan untuk memenangkan Prabowo-Gibran pada Pilpres 14 Februari 2024," ucap Taufiq kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (14/12/2023)
Menurutnya, gerakan blusukan Srikandi RGS ke rumah-rumah pemilih merupakan perintah langsung dari Pendiri RGS Indonesia, Moh. Khozin untuk memenangkan Prabowo-Gibran di Kabupaten Gresik.
"Saya selaku Ketua Umum RGS pun terus menggerakkan para koordinator RGS agar bergerak bersama-sama. Door to door menyapa pemilih dan mengajak mereka untuk mendukung dan memenangkan Prabowo-Gibran," tutur Taufiq.
Ia menambahkan, RGS saat turun menyapa masyarakat untuk mengkampanyekan pasangan Prabowo-Gibran, responnya sangat besar.
Terlebih, saat RGS membagi-bagikan kaos bergambar Prabowo-Gibran, minat masyarakat sangat tinggi. Sehingga, stok kaos yang telah disiapkan RGS dengan jumlah ribuan cepat habis dan harus buat lagi.
"Kondisi ini membuat RGS semakin yakin pasangan Prabowo-Gibran bisa menang satu putaran," katanya.
"Khusus di wilayah Manyar, RGS menargetkan Prabowo-Gibran menang 63 persen," pungkasnya. (hud/rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






