Insan PG melakukan penanaman mangrove di Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare.
Dikatakan ia, karyawan mengumpulkan sampah anorganik dari berbagai sumber seperti plastik, kertas, kaca, e-waste, metal, dan minyak jelantah yang seringkali menjadi beban bagi lingkungan.
Sampah tersebut kemudian dikumpulkan di eco-dropbox yang sudah ada di lingkungan perusahaan. Sampah-sampah tersebut dikonversikan dalam rupiah, dan semua partisipan yang turut serta dalam acara ini juga akan mendapatkan sertifikat donasi bibit mangrove.
"Petrokimia Gresik dalam menjalankan proses bisnisnya tidak hanya berorientasi pada profit, tapi juga ingin menumbuhkan kepedulian dan keterlibatan karyawan dalam pelestarian lingkungan," terangnya.
Pelestarian mangrove menjadi kegiatan yang telah rutin Petrokimia Gresik selenggarakan. Tahun 2023 mulai dari Charitree 1.0, Petrokimia Gresik telah menanam sebanyak 3.750 bibit mangrove.
Kemudian di momen hari ulang tahun (HUT) ke-51 perusahaan, Petrokimia Gresik juga menanam 5.100 bibit dan pada program envirocamp 2023 sebanyak 2.000 bibit.
"Selanjutnya, Petrokimia Gresik mengawali tahun 2024 dengan menanam 10.000 bibit mangrove. Petrokimia Gresik terus berkomitmen lebih untuk berkontribusi agar lingkungan lebih hijau dan berkelanjutan, serta dapat menjadi teladan dalam upaya menjaga keberlanjutan bumi milik bersama ini," tutup Dwi Satriyo. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




