JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Seperti yang sudah diagendakan, Presiden Joko Widodo menghadiri Harlah ke-78 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (20/1) pagi.
Presiden Jokowi mengingatkan rakyat Indonesia tak terpecah karena beda pilihan dalam pemilu.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Sebut EJIES 2026 Jadi Pusat Inovasi Pendidikan Terbesar di Jatim
- Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji Embarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah: Jaga Kesehatan dan Ibadah
- Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP Bekerja ke Luar Negeri
- Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Generasi Alfa Harus Siap Hadapi Era AI
"Sebentar lagi pemilu pemilihan presiden dan legislatif. Proses pemilu penting dan menentukan. Kita tak ingin gara-gara pemilu, beda pendapat, dan beda pilihan, kita saling menghujat. Tidak boleh," kata Jokowi.
Jokowi mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antar warga selama pemilu. Jangan sampai ada perpecahan atau konflik antara tetangga.
Sedangkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan Muslimat NU mendukung dan menyokong visi Indonesia Emas 2045.
Harlah ke-78 Muslimat NU mengambil tema "Membangun Ketahanan Keluarga Untuk Menguatkan Ketahanan Nasional".
Menurutnya, seorang ibu memiliki peran yang sangat besar karena menjadi pilar penting dalam membangun keluarga yang berkualitas dan menjadi sosok penentu atas pertumbuhan perkembangan anak-anak, baik fisik, mental, maupun spiritual.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




