Foto: M. SULTHON NEAGARA/ BANGSAONLINE
3. Gunakan Peta Pendakian
Setelah kita melakukan pembayaran administrasi di pos perizinan pendakian, biasanya kita diberikan peta. Tujuannya untuk memberikan estimasi jarak yang ditempuh hingga mencapai puncak dan menemukan di mana titik sumber air.
Selain itu di peta pendakian juga disediakan penunjuk arah. Namun penggunaan ini harus dilakukan oleh orang yang paham arah peta agar bisa menemukan arah yang tepat.
4. Melihat Arah Tumbuh Lumut
Cara yang terakhir adalah cara yang paling simpel karena kita tidak perlu membawa alat bantu. Cara ini cukup dengan memanfaatkan apa yang ada di hutan, yaitu dengan melihat lumut di batang pohon.
Lumut merupakan tanaman yang tumbuh di tempat lembap, ini artinya lumut tidak tumbuh di tempat di mana terdapat sinar matahari. Berbeda dengan pohon pada umumnya yang membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis.
Jadi, lumut akan tumbuh menghadap ke arah barat atau membelakangi cahaya sinar matahari dari timur. Namun jika di batang pohon tersebut dikelilingi banyak lumut, kalian bisa mencari di bagian mana yang paling banyak ditumbuhi lumut.
Selain itu, untuk lebih meyakinkan lagi bahwa arahnya sudah benar, teman-teman bisa memperhatikan juga arah tumbuh pepohonan. Karena pepohonan membutuhkan sinar matahari pagi untuk proses fotosintesis, artinya bagian ujung pohon akan cenderung mengarah ke timur, dan di bagian timur batang pohon biasanya lebih banyak ditumbuhi ranting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




