dr. Titik Ernawati, Kepala Dinas KBP3A Gresik.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Penyidik Satreskrim Polres Gresik menjadikan NZ (2,5), anak korban perampokan disertai pembunuhan di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, sebagai salah satu saksi kunci.
Sebab, saat kejadian, NZ tidur bersama ibunya dalam satu kamar.
BACA JUGA:
- Peluru Bersarang di Kaki Pelaku Curanmor 4 TKP Usai Melawan saat Dibekuk Anggota Polres Gresik
- Perlintasan KA Gresik-Babat Diperbaiki Lima Hari, KAI Daop 8 Imbau Pengendara Kurangi Kecepatan
- BPJS Kesehatan Perpanjang Cicilan Tunggakan JKN hingga 36 Bulan
- Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkotika Gresik-Madura, 209 Gram Sabu Disita
Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBP3A) Gresik, dr. Titik Ernawati, mengatakan pihaknya melakukan pendampingan terhadap NZ.
Menurutnya, pihak Dinas KBP3A sudah mendatangi rumah korban untuk bertemu dengan suami korban, Mahfud (45), dan anak korban, NZ (2,5).
"Hari ini petugas kami sudah berinteraksi dengan anak korban. Anaknya cerdas, nyambung saat kami tanya," ungkap Titik kepada BANGSAONLINE.com, Senin (18/3/2024).
Dia juga mengungkapkan bahwa NZ tak terlihat takut ketika ditanya petugas. "Tapi anaknya sangat dekat dengan ayahnya," tandasnya.
Titik mengatakan bahwa NZ sempat dirawat di RSUD Ibnu Sina karena satu kakinya terluka bekas terkena benda tajam usai kejadian. Namun tidak parah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




