Arum Sabil, Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Munculnya polemik pramuka tidak lagi wajib dalam ekstrakurikuler ditanggapi Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur, H. M. Arum Sabil. Ia akan berkirim surat menyatakan sikap atas peraturan yang tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tersebut.
"Surat secara resmi sudah kita bikin bersama kwarnas dan seluruh kwarda. Tapi untuk Jawa Timur, kita bikin secara tersendiri dan akan diikuti oleh seluruh kwarcab se-Indonesia. Surat akan kami kirim sesegera mungkin," terang Arum Sabil, di Surabaya, Jumat (26/4/2024).
BACA JUGA:
- Kasus Chromebook, Nadiem Makarim Diduga Rugikan Negara Rp2,18 Triliun
- Jadi Tersangka Korupsi Laptop, Nadiem: Seumur Hidup Saya Integritas dan Kejujuran Nomor Satu
- Nadiem Makarim Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pengadaan Laptop Chromebook
- Peringatan Hari Kepanduan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Pramuka Lebih Produktif dan Kontributif
"Kami kemarin sudah sepakat dengan kwarnas dan seluruh kwarda seluruh Indonesia, bahkan untuk Jawa Timur kita akan membuat komitmen bersama mendesak kepada Menteri Nadim yang akan diikuti oleh pernyataan seluruh kwarcab dan gugus depan seluruh Jawa Timur," terang Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur.
Arum Sabil akan mendesak bagaimana pelajaran ekstrakurikuler menjadi wajib dan wajib dilaksanakan semua anak di sekolah.
Menurutnya, pramuka mendidik karakter, disiplin, adab, akhlak, sekaligus mengenalkan anak-anak kepada alam dan juga diajari cinta kasih. (dev/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




