Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, saat memberi sambutan.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, mengatakan bahwa pelaksanaan UKW atau uji kompetensi wartawan diharapkan mampu menjadikan kehidupan, dan ekosistem pers menjadi lebih baik.
“Karena UKW dan sertifikasi yang mengiringinya ini bukan alat untuk menaikkan kelas, bukan untuk naik pangkat, tetapi justru alat untuk mengukur apakah anda itu layak disebut sebagai jurnalis,” kata pria yang akrab disapa Cak Item saat memberikan sambutan pada UKW ke-57 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Selasa (28/5/2024).
BACA JUGA:
- SIWO PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Domino Pelajar Perdana, Orado Bidik Atlet Muda Berprestasi
- Bersama PWI Jaya dan PMI, Bank Jakarta Gelar Donor Darah di Peringatan HUT ke-65
- Gerakan Literasi PWI Jombang Goes To School Resmi Dimulai
- Kodim 0805 Ngawi Juara PWI Cup 2026, Turnamen Voli Bakal Jadi Agenda Tahunan
UKW ke-57 PWI Jatim dibuka Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, dan diikuti 36 peserta yang terbagi ke dalam 3 jenjang, yakni muda sebanyak 18 orang, madya sebanyak 12 orang, dan utama sebanyak 6 orang.
Menurut Cak Item, peserta UKW setelah lulus dan disebut sebagai wartawan yang kompeten harus menunjukkan konsistensi dari sisi kejurnalistikan mulai dari perencanaan, proses peliputan sampai pemuatan. Peserta yang lulus UKW diharapkan menunjukkan kompetensi etika, dan moral yang jauh lebih penting dari kompetensi teknis.
“Tidak ada kemudian jurnalis itu mengintimidasi, tidak sopan,” ujarnya.
Kompetensi ketiga yang jauh lebih penting, lanjutnya, adalah kapasitas keilmuan. Sejauh mana memiliki skil dalam kejurnalistikan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




