Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim bersama para ulama Universitas Al Azhar Mesir. Tampak Syaikh Abdul Aziz Sahawi (berdiri, bersurban warna emas dan berkopiah hitam), Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA (duduk jas hitam) dan istrinya, Nyai Hj Alif Fadhilah serta Syaikh Ala' Naim (surban putih) di kediaman Syaikh Sahawi, Selasa (10/1/2023). Foto: M Mas'ud Adnan/BANGSAONLINE
Dan banyak sekali yang menganggap Kiai Asep adalah ulama mulia terutama karena tetap sabar dan tersenyum, padahal direndahkan di depan umum.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE edisi 23 Juni 2024, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. direndahkan oleh seorang Habib, saat menghadiri undangan pengajian di Probolinggo Jawa Timur.
Ceritanya, Kiai Asep yang dikenal sebagai pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Mojokerto Jawa Timur itu diundang seorang habib untuk acara pengajian di kediamannya di Probolinggo.
Saat itu Kiai Asep datang didampingi Habib Abu Bakar Assegaf Bangil. Hubungan Kiai Asep dengan habib yang mengundang itu memang akrab. Habib itu bahkan sering datang ke Kiai Asep, baik di Surabaya maupun di Pacet Mojokerto.
Kiai Asep tiba di acara pengajian saat seorang habib asal Pasuruan berceramah. Melihat Kiai Asep datang, massa langsung berdiri.
Mereka menyambut kedatangan Kiai Asep. Mereka berebut menyalami dan mencium tangan Kiai Asep. Maklum, Kiai Asep dikenal sebagai ulama besar dan memiliki sekitar 14.000 santri.
Selain itu, Kiai Asep adalah Putra KH Abdul Chalim, salah seorang kiai pendiri NU sekaligus pejuang kemerdekaan RI yang pada tahun 2023 lalu ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Tapi tampaknya Habib yang sedang berceramah merasa masgul atau kesal. Dengan suara lantang ia minta massa yang berebut mencium tangan Kiai Asep duduk. Si Habib minta massa tak usah menyalami dan menghormati Kiai Asep.
"Ayo duduk. Itu (Kiai Asep) bukan siapa-siapa," kata si Habib yang dikenal sebagai ketua organisasi atau rabithah habaib dari klan tertentu itu.
Banyak orang kaget. Termasuk Habib Abu Bakar Assegaf. Ia tak menyangka habib yang sedang ceramah itu merendahkan Kiai Asep di depan umum. Apalagi Kiai Asep bukan tokoh atau ulama sembarangan. Bahkan habib yang mengundang itu sebagai tuan rumah juga merasa tak enak.
Tapi Kiai Asep tampak santai. Ia malah tertawa.
"Ya, saya gak apa-apa diperlakukan demikian," kata Kiai Asep kepada BANGSAONLINE sembari tersenyum.
"Saat itu saya mau ke depan, saya berjalan ke dekat podium. Tiba-tiba habib itu bilang begitu (Ayo duduk semua. Itu bukan siapa-siapa," kata Kiai Asep yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




