LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Diduga akibat kebocoran gas, enam orang dari 8 pekerja di stasiun pengisian bahan bakar gas elpiji di desa Bakalan Pule Kecamatan Tikung harus dilarikan ke Puskesmas terdekat akibat menderita luka bakar.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan kejadian tersebut bermula saat pekerja SPBE milik PT Lati Prayogi melakukan pengisian gas pada tabung gas 3 Kg. Tanpa disadari oleh para pekerja pengisian, tabung gas yang diisi alami kebocoran dan tersambar api.
BACA JUGA:
- Gudang PT Ababil di Lamongan Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp150 Juta
- Rumah dan Kandang Kambing di Lamongan Terbakar, Satu Ekor Mati Terpanggang
- 4 Rumah Warga di Sekaran Lamongan Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Tembus Rp400 Juta
- Dua Rumah di Lamongan Ludes Terbakar, Ibu dan Anak Tewas Terpanggang
Darmanto (17) salah satu pekerja menuturkan kejadian ini berlangsung sangat cepat. “Saat itu ada delapan orang yang bekerja mengisi gas elpiji, tiba-tiba saja gasnya ngebros dan langsung memercikan api yang menyambar baju,” ungkapnya. Para pekerja kemudian berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air.
Dari data yang diperoleh, sedikitnya ada enam orang pekerja yang harus menjalani rawat inap akibat luka bakar yang mencapai 30 persen. Mereka ini masing-masing antar lain; Rifki Alfian Arif (19), Rio Dwi Prasetyo (27), Darmanto (21), Subekti (19), Mambaul Huda (36) dan Ahmad Arif (19) warga Guminingrejo. Sedang dua korban luka ringan adalah, Ardi Widianto (25) warga Pengaron dan Muhammad Edy Bagus (21). Semuanya asal Jotosanur Kecamatan Tikung.
Paur Subbag Humas Polres Lamongan, Ipda Raskan yang dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. “Saat ini petugas masih lakukan penyelidikan guna mencari sebab kebocoran gas,“ singkatnya. (ais/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




