Puluhan warga Desa Sukolilo saat menyampaikan aspirasinya di balai desa sambil membawa keranda mayat. Demo ini menyikapi salah satu oknum kepala dusun yang diduga selingkuh.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan warga Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban menggeruduk balai desa setempat, Selasa (20/8/2024). Kedatangan mereka untuk menuntut mundur salah satu kepala dusun (kadus) yang dinilai membuat resah warga.
Oknum kepala dusun tersebut diduga selingkuh. Karena itu, warga menuntut agar yang bersangkutan dilengserkan dari jabatannya atau mundur secara sukarela.
BACA JUGA:
- DPRD Tuban Dorong Penguatan Gerakan Literasi, Soroti Minimnya Pemahaman Demokrasi Pelajar
- Dukung Pertanian Presisi, BRI Tuban Bangun Greenhouse di Kampus Mapesa Singgahan
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
Dalam aksinya, warga juga membawa spanduk serta miniatur keranda mayat yang bertuliskan "Desoku Ricuh, Camatku Turu". Miniatur keranda mayat tersebut juga diarak masuk ke dalam balai desa setempat.
Korlap Aksi, Muhammad Hasyim, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kekesalan warga atas ulah oknum kepala dusun yang dinilai meresahkan.
Ia menyebut bahwa ulah oknum kadus itu sebenarnya sudah dilakukan beberapa tahun yang lalu. Namun karena tak kunjung sadar diri, emosi warga pun memuncak dan membuat aksi demo.
"Sebelumnya kita pernah memergoki oknum kadus itu sedang memboncengkan perempuan pada malam hari. Dari sinilah muncul kecurigaan, bahwa tingkah kadus itu tidak tepat dan membuat resah warga," tegas Hasyim yang juga tokoh masyarakat ini.
Menurut Hasyim, upaya untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik sudah diupayakan warga, asalkan oknum kadus itu mau mengundurkan diri.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




