BPBD Kota Batu bersama tim gabungan saat susur curah dan monitoring titik api karhutla. (dok Ist)
KOTA BATU,BANGSAONLINE.com - Kerap jadi langganan kebakaran hutan selama musim kemarau dan dalam rangka antisipasi banjir bandang di musim penghujan, BPBD Kota Batu bersama tim gabungan secara intens mulai melakukan patroli gabungan dengan maksud memonitoring titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan susur sungai.
"Ya, bersama tim gabungan, kami telah melakukan patroli. Ini dalam rangka mitigasi Karhutla di musim kemarau ini dan mitigasi banjir bandang antisipasi di musim hujan nanti," ujar Kalaksa BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, Rabu (4/9/24).
BACA JUGA:
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
- Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Ngawi, Warga Panik Selamatkan Diri
Dijelaskan, bersama tim gabungan itu, BPBD melakukan monitoring dan pengawasan titik api karhutla, susur sungai dalam rangka pemetaan potensi sumbatan batang kayu di curah atau aliran sungai serta dilanjutkan kegiatan mitigasi banjir bandang sumbatan dari hasil pemetaan yang telah dilakukan.
"Hal ini sudah kami jadikan agenda tahunan selama puncak musim kemarau dan menjelang datangnya musim hujan. Upaya ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Batu," jelasnya.
Ditambahkan, patroli gabungan akan dilaksanakan sebanyak 5 kali, susur sungai 5 hari, dan kegiatan mitigasi banjir bandang 7 - 10 hari sesuai kebutuhan serta piket personil selama musim kemarau.

Sekadar diketahui, kebakaran hutan dan lahan saat puncak kemarau di Kota Batu sering terjadi di lereng Gunung Arjuno wilayah Kecamatan Bumiaji dan lereng Gunung Panderman wilayah Kecamatan Batu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




