Prawoto (76) pensiunan PNS asal Kota Kediri yang masih menjaga kesehatannya dan terbantu program JKN
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Prawoto (76) seorang pensiunan PNS Kota Kediri merasakan manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Ia merasa terbantu untuk segala kebutuhan pengobatan atau pelayanan kesehatannya di usia senja.
BACA JUGA:
- Berobat Jadi Lebih Terarah, Begini Cerita di Balik Cara Kerja Sistem Rujukan Layanan JKN
- Segudang Keuntungan Jadi Peserta JKN Aktif, Jangan Lupa Rutin Cek Status Kepesertaan
- Untungnya Jadi Peserta JKN Aktif, Jangan Lupa Rutin Cek Status Kepesertaan
- BPJS Kesehatan Gresik Dorong Peserta Gunakan Autodebet Iuran JKN
“Sudah lama saya terdaftar jadi peserta JKN sejak masih aktif bekerja di Kantor Pajak Bumi dan Bangunan. Bahkan dulu namanya masih PT Askes belum berubah menjadi BPJS Kesehatan. Tidak sia-sia saya menjadi peserta JKN karena manfaatnya dapat terus dirasakan hingga saat ini meskipun saya sudah pensiun,” tutur Prawoto saat ditemui di kediamannya, beberapa waktu lalu.
Prawoto menceritakan bahwa ia mengalami penyakit hipertensi setelah masa purna jabatannya.
Tekanan darahnya dapat mencapai 160 mmHg. Menurutnya, penyakit hipertensi yang ia alami disebabkan oleh makanan. Pengobatan yang dijalani untuk penyakit tersebut semua ditanggung oleh JKN.
“Saat ini saya menderita penyakit hipertensi atau darah tinggi. Setelah pensiun baru terkena penyakit tersebut. Bahkan tekanan darah saya pernah mencapai 160 mmHg. Alhamdulillah saya selalu pakai JKN apabila sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan untuk pengobatan penyakit saya,” ujarnya.
Prawoto menuturkan, selama menggunakan JKN dirinya tak pernah merasakan adanya perbedaan yang diberikan oleh penyedia fasilitas kesehatan dalam hal pelayanan. Bahkan dirinya selalu mendapatkan pesan pengingat dari fasilitas kesehatan apabila obat sewaktu kontrol belum juga diambil.
“Untuk pelayanan di fasilitas kesehatan baik di FKTP dan rumah sakit tidak ada masalah, semuanya lancar. Tidak pernah dibedakan antara pasien pengguna JKN dengan pasien umum. Ketika waktunya kontrol kadang saya tidak langsung mengambil obat. Sama pihak rumah sakit selalu diingatkan untuk mengambil obatnya. Jadi sangat membantu khususnya seperti saya yang sudah lanjut usia yang terkadang sering lupa,” tuturnya.
Prawoto pun menegaskan bahwa dirinya tidak pernah dipungut biaya tambahan selama menjalani pengobatan. Semua biaya pemeriksaan oleh dokter dan biaya untuk obat ditanggung penuh oleh Program JKN.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




