Khofifah Indar Parawansa saat bersama santri.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Khofifah Indar Parawansa berharap para santri menjadi agent of change atau agen perubahan dalam menghadapi tantangan global, khususnya siap menjadi penjaga moral di tengah transformasi digital. Hal tersebut diungkapkan saat Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober.
Menurut dia, dengan kombinasi antara pendidikan modern, penguatan nilai-nilai moral dan sosial, santri dapat menjadi agen perubahan yang signifikan dalam menghadapi derasnya gelombang digital dan tantangan global yang semakin kompleks.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Luncurkan 143 Ribu Kuota Beasiswa untuk Siswa dan Mahasiswa Jatim
- Gubernur Khofifah Pastikan 2 Prodi Baru Magister KCL Singhasari Dibuka pada 2027
- Bongkar Ratoon Perkuat Produktivitas Tebu Nasional
- Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Tanam Tebu Serentak, Jatim Bidik Swasembada Gula Nasional
Hal ini sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2024, yakni 'Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan'. Tema ini mengajak para santri untuk melanjutkan semangat perjuangan yang diwariskan oleh pendahulu mereka, sambil menghadapi bersiap dengan meningkatkan kapasitas, dan kompetensi diri menghadapi tantangan kehidupan yang makin kompleks.
"Santri diharapkan dapat terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta turut berperan dalam menyelesaikan isu-isu global seperti perubahan iklim, krisis sosial dan ekonomi, serta perkembangan teknologi digital," kata Khofifah di Surabaya, Selasa (22/10/2024).

Ia mengatakan, santri memiliki peran dalam membawa perubahan positif bagi lingkungan di sekitarnya. Dengan prinsip-prinsip Islam yang kuat, santri diharapkan bisa menjadi kekuatan moral dalam menghadapi tantangan global.
Yang mana, para santri berperan penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sambil aktif berkontribusi dalam berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




