Putar Haluan Dukung Bunda Indah, Mustasyar PCNU Lumajang: Nahdliyin Bebas Memilih

Putar Haluan Dukung Bunda Indah, Mustasyar PCNU Lumajang: Nahdliyin Bebas Memilih KH. Imron Anis saat bersama Gus Lukman Hakim selaku Ketua JKSN, Gus Syamsul Mantan Ketua MWC NU Kecamatan Kunir, dan Gus Zein wakil Rois Suryah Ranting NU Desa Mangunsari Tekung. Foto: IMRON GHOZALI/BANGSAONLINE

Kyai Imron Anis mengingatkan warga NU, bahwa perbedaan dalam pilihan politik adalah hal wajar yang tidak boleh merusak persaudaraan di antara sesama .

Ia menyoroti keras oknum-oknum pengurus yang mencoba membingkai Pilkada ini sebagai "pertarungan antara NU dan Muhammadiyah." Menurutnya, narasi seperti itu adalah upaya memecah belah persatuan umat dan sangat bertentangan dengan semangat ukhuwah Islamiyah.

“Membawa-bawa NU dan Muhammadiyah dalam persaingan politik hanyalah upaya menyesatkan yang mengancam kerukunan umat. Ini bukanlah sikap NU yang sebenarnya, dan kami menolak keras politik adu domba seperti itu,” tegas KH Imron.

Ia mengingatkan kembali, bahwa para pendiri NU sejak awal selalu mengajarkan pentingnya persatuan dan kerukunan umat. "Para pendiri NU selalu menekankan pentingnya persatuan. Bahkan PBNU sendiri telah menyatakan bahwa NU sebagai lembaga tidak boleh dibawa-bawa dalam urusan Pilkada atau politik praktis lainnya," tambahnya.

Menurut KH Imron, NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi besar yang memiliki kontribusi luar biasa bagi umat Islam di Indonesia, dan persaingan politik tidak boleh mengaburkan persaudaraan yang telah lama terjalin.

KH Imron berharap, dengan himbauan ini, masyarakat dapat menjalani proses demokrasi dengan damai dan tetap menjaga harmoni serta ukhuwah, demi kemaslahatan umat dan bangsa. (ron/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pasangan Edi Hadiyanto Daftar Bacakada Situbondo ke PPP':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO