Petani di Desa Kebonagung saat menunjukkan jeruk nipis yang dipanen. Foto: Ist
"Kami mendorong kades untuk segera merealisasikan kebun wisata di Desa Kebonagung sebagai wisata petik buah," ucapnya.
Sedangkan Sulikhan, salah satu petani jeruk nipis di Desa Kebonagung, menceritakan awal mula menanam jeruk nipis karena budi daya yang cukup mudah.
"Di sini dulu penghasil jeruk buah, tapi pada tahun 2014 beralih ke tanaman jeruk nipis karena budi dayanya mudah," sebutnya.
Diungkapkan olehnya, modal menanam jeruk nipis yakni mendapat bibit dari Kabupaten Blitar dan Tulungagung. Satu pohon bibit jeruk nipis dihargai Rp8 ribu.
Dalam lahan 4 hektare yang dikelola, rata-rata penghasilannya sangat memuaskan. Satu pohon jeruk nipis yang ditanam menghasilkan 1 kg dengan masa panen sebulan sekali.
"Umur pohon dua tahun bisa menghasilkan 1 kilogram dengan panen sebulan sekali. Saya punya empat hektare, bisa menghasilkan 50 juta," ucap Sulikhan.
Untuk penjualan, jeruk nipis dikirim ke Surabaya dan Lamongan serta ke daerah sekitar seperti Pasar Babat. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




