Tangkapan layar rekaman CCTV yang terpasang di warung korban saat pelaku meminjam motor.
"Pelakunya pakai baju hitam di video memakai helm, yang membonceng karyawan saya," ucapnya.
Akhirnya, karyawan korban bersama dengan pelaku berboncengan mengendarai Honda Beat milik korban. Padahal, motor tersebut baru tujuh hari turun dari dealer yang sengaja dibeli dengan sistem kredit untuk anaknya.
Sesampainya di kantor umroh, karyawan korban dipersilakan masuk ke kantor. Tak hanya itu, bahkan karyawan korban sempat disuguhi air minum. Hal itulah yang membuat karyawan korban semakin percaya bahwa itu kantor tempat kerja pelaku.
"Karyawan saya terkejut, ternyata di dalam kantor tadi ada teman pelaku yang sempat pamit beli kue tadi. Mereka sempat ngobrol-ngobrol di dalam," jelasnya.
Di tengah obrolan tersebut, pelaku kembali meminjam motor kepada karyawan korban dengan dalih digunakan untuk mengambil uang di ATM. Bermodal percaya, karyawan korban meminjamkan motornya tersebut.
Ketika ditunggu beberapa menit tak kunjung kembali, karyawan korban mulai curiga. Ia mulai bertanya kepada resepsionis kantor umroh tersebut. Betapa terkejutnya, resepsionis itu tak mengenal pelaku. Bahkan, mengatakan bahwa pelaku tak bekerja di situ.
Ia baru menyadari jika pelaku telah menipunya. Atas kejadian tersebut, korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Waru. Meski begitu, sudah tiga minggu lamanya, kasus tersebut masih belum menemui titik terang.
Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Waru, AKP Adik Agus Putrawan, mengatakan kejadian tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihaknya. "Masih diselidiki," tandasnya. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




