Ilustrasi. Foto: Pixabay
BANGSAONLINE.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa virus HMPV atau Human Metapneumovirus tidak menyebabkan kematian. Masyarakat pun diminta untuk tidak khawatir, lantaran virus tersebut bukan jenis baru seperti Covid-19.
Ia menyatakan, virus HMPV baru dapat dikategorikan berbahaya bagi tubuh manusia yang tidak memiliki imunitas, sehingga tak mampu melawan dan dapat menyebabkan kematian. Kementerian Kesehatan juga telah memeriksa data riwayat terkait kasus HMPV.
BACA JUGA:
- RSUD Campurdarat Jalani Verifikasi KRIS dan Klasifikasi Layanan
- Dukung Buku Saku Kemenkes, Lia Istifhama: Kesehatan Mental Anak Butuh Kerja Sama Lintas Sektor
- Di Jakarta, Khofifah Tegaskan RSUD Dr. Soetomo Siap Jadi World Class Academic Medical Center
- Kemenkes Beri Bantuan Nakes Terdampak Bencana Sumatra hingga Rp30 Juta
Berdasarkan beberapa sumber yang diperoleh, Budi menyebut tidak ditemukan adanya kasus kematian, “HMPV hampir tidak menyebabkan kematian. Saya telah memeriksa data terbaru, dan semuanya menunjukkan bahwa pasien 100 persen pulang dengan selamat.”
Dijelaskan olehnya, kenaikan kasus di China memang umum terjadi pada Desember-Januari. Hal serupa terlihat di negara-negara dengan 4 musim.
Tapi, penyebab utama kenaikan kasus di China bukanlah virus HMPV, melainkan Influenza H1N1, "Kenaikan kasus bukan disebabkan oleh HMPV. Jadi, informasi tersebut salah.” (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




