Garis polisi yang terpasang pada salah satu sudut kamar yang diduga TKP mutilasi Ngawi di Kediri. Foto: Ist
"Setelah mendengar kabar tersebut, saya sempat kaget. Sebab, selama ini kondisi di dalam hotel terlihat tenang dan tidak ada kejadian yang mencurigakan," tuturnya.
Namun, dari informasi dan foto yang diduga korban dan itu telah beredar di media sosial, Lilin membenarkan, pernah bertemu dengan korban yang diketahui Uswatun Khasanah saat membeli nasi soto di warungnya.
"Mbaknya itu beli soto di sini, waktu pagi dan siang. Belinya itu dibungkus dan minta sendok 2 buah, setelah itu dimakan dibawa ke hotel," akunya.
Kemudian, lanjutnya, sewaktu beli di warung tersebut tampak perempuan itu beli seorang diri. Untuk sosoknya, terlihat saat itu wajahnya cantik bermake up, mengenakan pakaian seksi, dan menggunakan masker.
"Perempuan ini saat di warung tidak banyak bicara. Hanya beli soto, begitu saja, setelah itu balik ke hotel lagi," katanya.
Diketahui, insiden pembunuhan dan mutilasi ini dialami korban perempuan bernama Uswatun Khasanah (30), warga Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.
Pada kasus pembunuhan dengan mutilasi ini, bermula dari temuan jasad perempuan tanpa kepala di dalam koper, pada Kamis (23/1/2025), di Desa Dadapan, Kendal, Kabupaten Ngawi.
Lalu, dari informasi yang dihimpun, beberapa bagian lain dari tubuh korban hilang, di antaranya kepala, kaki kiri terpotong sampai pangkal paha, dan kaki kanan terpotong sampai lutut. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




