Khofifah Indar Parawansa dan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim serta para syaikh dari Al Azhar Mesir dan Baghdad Irak foto bersama dalam acara International Conference on Research and Community Service (ICORCS) di Islamic Center Surabaya, Rabu (29/1/2025). Acara ICORCS itu digelar UAC selama dua hari, Rabu dan Kamis (29 - 30 Januari 2025). Foto: bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto Jawa Timur kembali menggelar seminar internasional. Kali ini yang ke-4. Acara International Conference on Research and Community Service (ICORCS) 4th 2025 itu digelar UAC selama dua hari, Rabu dan Kamis (29 - 30 Januari 2025).
Pembukaan dan seminar tahap pertama digelar di Islamic Center Surabaya, Rabu (29/1/2025) malam. Sementara untuk seminar tahap kedua sekaligus penutupannya direncanakan digelar di kampus UAC Pacet Mojokerto, Kamis (30/1/2025) malam.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Antre Sedekah Kiai Asep, Ratusan Orang Datang Sejak Pukul 3 Malam di Siwalankerto Surabaya
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
Seminar internasional yang dihadiri ribuan peserta itu dibuka Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa.
Saat menyampaikan pidato, Khofifah mengapresiasi konferensi internasional itu terutama karena mengangkat tema yang ia anggap luar biasa: The Contribution of Authority and Knowledge in the construction of Ideal Civilization for Stability of Global Societies.
“Kegiatan ini sangat spesial karena membedah dua hal penting yaitu riset dan community servcie. Ini agak langka. Karena tak banyak perguruan tinggi yang berkekuatan atau memiliki power untuk membangun riset dan community service secara berseiring. Community service biasanya dilakukan oleh government,” ujar Khofifah yang tadi malam mengenakan jilbb merah.
Apalagi seminar ini menghadirkan para tokoh dengan keilmuan tinggi.
Mereka adalah Prof. Dr. Muhammad Abdol Samad Al-Mehanna yang merupakan dosen Syariah Wal Qanun di Al Azhar University Mesir.
Seminar ini juga menghadirkan Syeikh Abdul Aziz Al-Shahawi, Imam Besar Shafi'i Schools at Al-Azhar Al-Sharif dan Prof. Dr. Yusri Rusyd Jabr, Guide of The Shadhili Siddiqiya Order.
Selain itu juga menghadirkan Dr. Bassem Abdullah Obaid, dosen Imam Al-Aazam University Baghdad Iraq.
“Dengan membedah tema ini maka menunjukkan kontribusi nyata bagaimana kampus yang dipunggawai Kiai Asep Syaifuddin Chalim, berupaya memberikan solusi dari masalah yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Khofifah juga mengapresiasi penampilan tari saman yang diakraksikan para santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya. Menurut dia, tari saman ini memberikan referensi sekaligus pesan pada seluruh yang hadir di kegiatan tersebut tentang pentingnya membangun kehidupan yang harmoni.
“Dalam tari saman gerakan tangan yang begitu cepat selalu berseiring antara tangan yang kanan dan kiri dan tak pernah saling bertabrakan. Itulah kehidupan yang harus kita bangun. Bahwa kehidupan yang harmoni kita harus kita bangun bersama dalam profesi apa saja,” ujarnya.
Khofifah berterima kasih pada seluruh tamu yang hadir. Ia juga optimistis kegiatan ini akan mendatangkan manfaat besar dalam keilmuan dan juga community service.
“Selamat berkonferensi. Selamat menyerap ilmu dari para tokoh luar biasa yang hari ini hadir. Semoga kegiatan ini mendatangkan manfaat barokah bagi kita semua,” ujar kata Khofifah saat membuka ICORCS 4th KH. Abdul Chalim University.
Sementara Prof. Dr. Yusri Rusyd Jabr menyampaikan tentang pentingnya sebuah pemerintahan didukung oleh para ulama. Karena dua hal itu akan mendatangkan hasil maksimal menjadikan masyarakat yang baik dan jauh dari kemungkaran.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




